33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Belum Padat, Jalur Tol Rawan Longsor

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

BATANG-Jika jalur tol Pemalang-Batang maupun Batang-Semarang dipaksakan untuk dilalui arus mudik dan balik Lebaran 2017, sangat berbahaya. Pasalnya, kondisi jalan masih berupa tanah merah dan urugan, sehingga tak aman untuk dilalui Kondisi tersebut diperparah dengan banyak tanah yang longsor, sehingga dimungkinkan maut mengancam pengendara yang lewat jalur tol.

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Semarang, jalur tol yang berbahaya sudah mulai tampak saat masuk wilayah Kabupaten Batang di Jembatan Kalikupang. Jembatan dengan hanya lebar 4 meter, hanya cukup dilewati satu kendaraan kecil. Jika terjadi hujan, dipastikan kondisi jembatan licin. Bahkan menurut keterangan warga sekitar, jika hujan lebat air sungai meluap sampai jembatan. “Air Kalikupang kalau pas banjir, bisa sampai jembatan. Pasti berbahaya jika dilewati arus mudik dan balik Lebaran,” ucap Sodikin, warga Masin, Jumat (9/6) kemarin.

Residance Tol Pemalang Batang, Fauzi, mengatakan bahwa jalur tol yang dikerjakannya masih menggunakan jembatan sementara selama musim mudik dan balik Lebaran 2017 kali ini. “Untuk jalur tol, sementara ini masih menggunakan jembatan sementara agar bisa dilewati para para pemudik. Kendala kami memang cuaca,” ucapnya.

Jalur berbahaya tol lain, terlihat di jalur fungsional yang masuk wilayah Dukuh Siwuluh, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Sepanjang mata memandang, para pengendara kendaraan bisa memperhatikan adanya gugusan tanah yang berpotensi longsor. Hal ini cukup mengkhawatirkan, karena menggerus bahu jalan. Lebih berbahaya, jika hujan menerjang, tanah urug yang kurang padat akan mudah tergerus air. Sehingga longsor mengancam jalur tol tersebut.

“Hujan selama dua hari kemarin, tanah sekitar jalan terkikis hingga 2-3 sentimeteran. Kalau sehari hujan terus menerus, maka tanah bahu jalan bisa habis terkikis air hujan. Kejadian ini sangat mengkhawatirkan dan membahayakan bagi para pemudik,” ujar perangkat desa sekitar, Ahmad, saat ikut mendampingi sidak jalur tol, Jumat siang (9/6) kemarin.

Tanah urug yang berada di sekitar bantaran sungai, kondisinya juga menyeramkan. Selain letaknya berada pada tikungan yang tajam, kondisi jalan sudah retak retak sangat rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Kalo pengendara sedikit saja oleng, bisa masuk ke jurang. Karena bahu jalan sangat minim. Apalagi bahu jalan yang terkikis air hujan, jarak antara lantai jalan dengan bahu jalan tidak ada satu meteran. Pokoknya membahayakan,” serunya.

Dari hasil pantauan di lapangan, kikisan tanah itu memanjang hingga sejauh 100 meteran. Letak tanah terkikis itu pada tikungan yang cukup tajam. Meleset sedikit saja, pengendara akan masuk ke jurang yang diperkirakan mempunyai kedalaman 10 meteran. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Meotel Kebumen Kunjungi Radar Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Okupansi Hotel Meotel by Dafam Kebumen menjadi leader di Kebumen, meski baru hadir  pada 2015 silam. Hotel yang  mengklaim sebagai "economic bed &...

Global Elektronik Gelar HomeTech ke-32

SEMARANG – Global Elekktronik kembali menggelar pameran tematik “HomeTech”. Pameran yang digelar kali ke32 ini serentak di lima toko di Semarang. Managing Director Superstore Global...

Alokasi Cukai Tembakau Rp 14 M

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pemkab Demak pada 2018 ini mendapatkan dana alokasi cukai tembakau sebesar Rp 14 miliar. Anggaran tersebut tersebar di 9 organisasi perangkat  (OPD)...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Berkah Berbagi Internet, Umam Bawa Pulang Hadiah Motor

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Salah satu pelanggan setia layanan Telkom, Khotibul Umam, seorang guru dari Kecamatan Paguyangan Brebes Jawa Tengah mendapat hadiah Hadiah Promo Indihome...

75-80 Persen Penduduk Pernah Gunakan Obat  Herbal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Indonesia merupakan salah satu negara megadioversity terbesar di dunia. Dari 40 ribu spesies tanaman obat, sekitar 30 ribu spesies berada di...