DIAMANKAN : Polisi melakukan pengamanan terhadap empat alat berat di Kecamatan Dukun, kemarin malam. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
DIAMANKAN : Polisi melakukan pengamanan terhadap empat alat berat di Kecamatan Dukun, kemarin malam. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri akhirnya turun langsung menangani kasus penambangan liar galian C di alur Gunung Merapi. Kamis (8/6) malam, mereka menertibkan kegiatan penambangan di kawasan Kali Senowo Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang.

Tim Bareskrim dipimpin oleh AKBP Andre Lidrian. Sebelum melakukan penindakan, tim sudah melakukan penyelidikan selama kurang lebih satu minggu.

Dalam penertiban itu, polisi berhasil mengamankan 4 alat berat serta puluhan truk pengangkut pasir. Alat berat sedang beroperasi di dua titik penambangan yakni Bendo dan Kajangkoso Desa Mangunsoko Kecamatan Dukun. “Informasi yang kita terima dari Mabes Polri langsung,” kata Kasubag Humas Polres Magelang AKP Santoso.

Menurutnya, tim yang diturunkan melakukan penertiban sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, hanya berangggotakan lima orang bersenjata lengkap.

Informasi yang dihimpun di lapangan, saat petugas datang, ada beberapa operator penambang yang kabur. Sementara beberapa di antaranya berhasil diamankan dan secara bergantian didata dan diperiksa intensif di Polsek Dukun.

Dari data di Polsek Dukun, tim tindak pidana tertentu itu mengamankan 4 alat berat dan 23 truk. Dari pantauan lapangan sebagian besar truk sudah diamankan dan dibawa di Polsek Dukun. Sedangkan 4 alat berat dan satu truk yang masih di lokasi tambang dipasangi garis polisi.

“Sekarang masih dalam proses pemeriksaan. Nanti kalau sudah ada ketreragan resmi akan disampaikan,” katanya.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, alat berat tersebut merupakan milik perusahaan penambangan yang sudah cukup lama beroperasi. Satu lainnya milik perorangan. (vie/ton)