Baca Alquran, Pembeli Dapat Diskon Rp 5 Ribu

1308
MENGAJI : Warga saat membaca Alquran untuk mendapatkan diskon ketika membeli bawang merah di lapak Donny, warga Desa Karangdowo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGAJI : Warga saat membaca Alquran untuk mendapatkan diskon ketika membeli bawang merah di lapak Donny, warga Desa Karangdowo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Di saat harga kebutuhan bahan pokok, khususnya sayuran merangkak naik hingga 50 persen pada bulan puasa ini, seorang penjual bawang merah di Desa Karangdowo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, justru menurunkan harga bawang sebesar Rp 5 Ribu. Syaratnya, pembeli harus bisa ngaji atau menghafal beberapa surat-surat pendek Alquran.

Pedagang bawang merah yang merupakan sepasang suami istri yakni Ahmad Donny Prasetyo, 27 dan Sri Wulandari, 22, membuka lapak dagangannya di rumahnya. Dengan harapan, banyak yang melantunkan ayat-ayat suci Alquran pada bulan suci Ramadan.

Namun aktivitas jual beli bawang merah dengan diskon Rp 5 ribu ini, hanya dilakukan setiap hari Jumat selama Ramadan. Rencananya akan terus dilakukan meski Ramadan usai. “Jumat berkah, Mas. Biar rumah ini terdengar suara orang mengaji. Selain yang ngaji dapat pahala karena mengajinya, kami akan memberikan diskon untuk setiap pembelian bawang merah,” ungkap Donny saat ditemui di rumahnya, kemarin.

Donny juga mengatakan dengan membaca Alquran, selain menambah nilai plus ibadah puasa bagi yang membacanya, juga berdampak menyejukkan hati siapapun yang mendengarkannya. Serta membuat warga semakin sadar akan pentingnya membaca Alquran.

Menurutnya, aktivitas jual beli bawang dengan diskon Rp 5 ribu perkilogramnya, dimulai sejak hari pertama Ramadan dan pembelian berlaku untuk semua jenis bawang baik yang super maupun biasa. “Dalam sehari ada 50 kilogram bawang yang terjual. Kami tidak membatasi warga untuk membeli bawang,” kata Donny.

Donny juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah mempermasalahkan pembeli, ketika membaca ayat Alqurannya masih banyak keliru. Karena seketika itu, dirinya langsung memperbaiki bacaannya dan sekaligus mengajarkan dengan benar.

Menurutnya, sejak diberlakukannya aktivitas jual beli bawang dengan diskon Rp 5 ribu perkilogram dengan syarat membaca surat Alquran, banyak warga di desanya, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang akhirnya belajar membaca Alquran. “Yang membeli bawang dengan membaca Alquran, tidak hanya para ibu rumah tangga, para bakul pun ikut melakukan membaca Alquran dengan harapan mendapatkan diskon tersebut,” jelas Donny.

Donny menegaskan bahwa misi dagangnya adalah berdakwah dan mencari keberkahan. Sehingga, selain promosi bawang merah, juga untuk amalan. Karena sejak dilakukan aktivitas tersebut, penjualannya meningkat hingga tiga kali lipat, dibandingkan penjualan bawang dengan cara biasa. “Kami kesini dapat dua keuntungan. Pertama mengaji dan kedua dapat bawang merah dengan harga murah,” kata salah satu pembeli, Dausri.

Saat ini, harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pekalongan mencapai Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu. Dengan mendapatkan diskon sebesar Rp 5 ribu, maka cukup membayar Rp 23 ribu. (thd/ida)