33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Baca Alquran, Pembeli Dapat Diskon Rp 5 Ribu

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KAJEN-Di saat harga kebutuhan bahan pokok, khususnya sayuran merangkak naik hingga 50 persen pada bulan puasa ini, seorang penjual bawang merah di Desa Karangdowo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, justru menurunkan harga bawang sebesar Rp 5 Ribu. Syaratnya, pembeli harus bisa ngaji atau menghafal beberapa surat-surat pendek Alquran.

Pedagang bawang merah yang merupakan sepasang suami istri yakni Ahmad Donny Prasetyo, 27 dan Sri Wulandari, 22, membuka lapak dagangannya di rumahnya. Dengan harapan, banyak yang melantunkan ayat-ayat suci Alquran pada bulan suci Ramadan.

Namun aktivitas jual beli bawang merah dengan diskon Rp 5 ribu ini, hanya dilakukan setiap hari Jumat selama Ramadan. Rencananya akan terus dilakukan meski Ramadan usai. “Jumat berkah, Mas. Biar rumah ini terdengar suara orang mengaji. Selain yang ngaji dapat pahala karena mengajinya, kami akan memberikan diskon untuk setiap pembelian bawang merah,” ungkap Donny saat ditemui di rumahnya, kemarin.

Donny juga mengatakan dengan membaca Alquran, selain menambah nilai plus ibadah puasa bagi yang membacanya, juga berdampak menyejukkan hati siapapun yang mendengarkannya. Serta membuat warga semakin sadar akan pentingnya membaca Alquran.

Menurutnya, aktivitas jual beli bawang dengan diskon Rp 5 ribu perkilogramnya, dimulai sejak hari pertama Ramadan dan pembelian berlaku untuk semua jenis bawang baik yang super maupun biasa. “Dalam sehari ada 50 kilogram bawang yang terjual. Kami tidak membatasi warga untuk membeli bawang,” kata Donny.

Donny juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah mempermasalahkan pembeli, ketika membaca ayat Alqurannya masih banyak keliru. Karena seketika itu, dirinya langsung memperbaiki bacaannya dan sekaligus mengajarkan dengan benar.

Menurutnya, sejak diberlakukannya aktivitas jual beli bawang dengan diskon Rp 5 ribu perkilogram dengan syarat membaca surat Alquran, banyak warga di desanya, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang akhirnya belajar membaca Alquran. “Yang membeli bawang dengan membaca Alquran, tidak hanya para ibu rumah tangga, para bakul pun ikut melakukan membaca Alquran dengan harapan mendapatkan diskon tersebut,” jelas Donny.

Donny menegaskan bahwa misi dagangnya adalah berdakwah dan mencari keberkahan. Sehingga, selain promosi bawang merah, juga untuk amalan. Karena sejak dilakukan aktivitas tersebut, penjualannya meningkat hingga tiga kali lipat, dibandingkan penjualan bawang dengan cara biasa. “Kami kesini dapat dua keuntungan. Pertama mengaji dan kedua dapat bawang merah dengan harga murah,” kata salah satu pembeli, Dausri.

Saat ini, harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pekalongan mencapai Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu. Dengan mendapatkan diskon sebesar Rp 5 ribu, maka cukup membayar Rp 23 ribu. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bareskrim Tahan Ketua RT Karangayu

BALAI KOTA - Ketua RT Kenconowungu 1 RT 2 RW 2, Kelurahan Karangayu, Kecamatan Semarang Barat, Ong Budiono, merasa menjadi korban kriminalisasi. Hanya gara-gara...

Tigapuluh Persen Belum Daftarkan Karyawannya

TEMANGGUNG—Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meminta perusahaan di Temanggung dan Magelang untuk mendaftarkan semua karyawannya menjadi peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). BPJS Kesehatan Kantor...

Penanganan Banjir

PEMKOT Semarang terus berupaya menanggulangi banjir yang masih terjadi di sejumlah kawasan. Salah satunya membuat polder di kawasan Rusunawa Kaligawe. Dengan pembangunan polder diharapkan...

Mahfud dan Sukristianto, Guru-Murid Tewas Ketika Berwisata di Pantai Glagah

Muhammad Mahfud, 13, warga Kaliwuluh, Kepil, Wonosobo, menjadi korban tewas saat berwisata sekolah di Pantai Glagah Kulonprogo. Siswa SD 2 Kaliwuluh Kepil itu meninggal...

Juara Anak Putra Altrec, Anak Putri USM Jaya

SEMARANG-Pemain putra dari Perkumpulan Bulu tangkis (PB) Altrec Semarang, Jonathan Valentino, sukses meraih juara tunggal anak putra utama Djarum Foundation Kejurkot Bulu Tangkis USM...

Kejari Kubur Mobil APV

MUNGKID-- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Magelang melakukan pemusnahan sejumlah barang bukti hasil kejahatan di wilayah hukumnya. Barang bukti yang dimusnahkan tersebut sudah memiliki...