Temukan Makanan Berformalin

517
UJI DI TEMPAT: Petugas menunjukkan beberapa makanan yang positif mengandung bahan-bahan berbahaya di lantai 2 Pasar Rejowinangun Kota Magelang, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
UJI DI TEMPAT: Petugas menunjukkan beberapa makanan yang positif mengandung bahan-bahan berbahaya di lantai 2 Pasar Rejowinangun Kota Magelang, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang menemukan makanan di Pasar Rejowinangun yang mengandung bahan berbahaya. Di antaranya, wajik dan cendol yang positif mengandung rhodamin B. Juga teri nasi yang positif mengandung formalin.

Terkait temuan ini, masyarakat diminta waspada dalam memilih makanan dan minuman yang dijual bebas di pasaran. Rhodamin B adalah zat pewarna pakaian. Sedangkan formalin kerap digunakan untuk pengawet bangkai.

“Kita bisa mencurigai makanan atau minuman yang mengandung bahan berbahaya dari warna-warnanya yang mencolok,” kata Kepala Seksi Farmasi Makanan Minuman dan Alat Kesehatan (Farmamin dan Alkes), Dinkes Kota Magelang, Dumaria, usai mengumpulkan 20 sampel dan mengecek tujuh di antaranya di tempat. Sisanya, dibawa ke laboratorium.

Justru mi yang selama ini dicurigai mengandung formalin dan borak, saat pengawasan Ramadan, hasilnya negatif. Pun, bakso, kue sempe, dan sebagainya. “Sudah beberapa kali kami lakukan pengecekan dan pembinaan, sudah tidak ditemukan lagi mi yang mengandung bahan berbahaya. Sekarang masyarakat bisa mengkonsumsinya, karena aman.”

Tindak lanjut pengecekan ini, para pedagang akan dibina. Juga arahan kepada para pedagang aneka makanan ringan atau cemilan untuk mencantumkan tanggal kedaluwarsa. “Walau dikemas ulang, harus mencantumkan tanggal kedaluwarsa dan bahan-bahan dari makanan itu.”

Tak kalah penting, pedagang harus menyeleksi makanan yang sudah memiliki izin pangan industri rumah tangga (PIRT). Izin tersebut memastikan bahwa makanan yang beredar bebas dari bahan-bahan yang tidak diperuntukkan bagi makanan maupun minuman. “Kami juga mengajak produsen untuk mengurus PIRT secara gratis dan syaratnya mudah.”

Pengunjung pasar, Retno, kaget dengan temuan rhodamin B pada cendol. Ia mengaku cukup sering makan cendol. “Ke depan saya akan lebih memilih cendol berwarna putih yang lebih aman.” Selain Pasar Rejowinangun, Dinkes juga mengambil sampel ke Pasar Cacaban, Pasar Gotong Royong, toko oleh-oleh, dan toko modern. (put/isk)