Jumlah Pemohon Legalisir KK Membeludak

Persyaratan Ikut PPDB

819
ANTRE : Ratusan warga saat mengantre legalisir akta kelahiran dan KK di kantor Dispendukcapil Kabupaten Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTRE : Ratusan warga saat mengantre legalisir akta kelahiran dan KK di kantor Dispendukcapil Kabupaten Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcail) Kabupaten Semarang menambah jumlah loket legalisir akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK). Menyusul tingginya kebutuhan siswa untuk mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK.

Kabid Kependudukan Agus Sarono menjelaskan, bahwa pihaknya menambah jumlah petugas, dari 3 orang setiap hari, menjadi 6 sampai 7 orang setiap harinya khusus untuk masa PPDB ini. “Selama ini, setiap hari biasa paling banyak hanya mencapai 20 permintaan. Tapi memasuki musim PPDB, permintaan legalisir mencapai lebih dari 200. Pada Kamis (8/6) terlihat antrean yang panjang di kantor Dispendukcapil Kabupaten Semarang,” katanya, Kamis (8/6) kemarin.

Terutama di loket pelayanan legalisir akta kelahiran dan KK. Dijelaskan Agus, khusus untuk legalisir akta kelahiran dan KK memang harus dilakukan langsung ke kantor Dispendukcapil. Pasalnya, kantor kecamatan belum bisa melayani. “Kalau hanya membuat bisa, tetapi kalau legalisir harus ke kantor, sesuai undang-undangnya seperti itu,” lanjutnya.

Dikatakan Agus, legalisir bisa dilakukan di setiap kecamatan asal di wilayah tersebut terdapat UPTD Kependudukan. Saat ini, di semua kecamatan Kabupaten Semarang memang belum ada UPTD Kependudukan. “Kendalanya memang soal anggaran, namun kalau jeli dapat pula didirikan tidak per kecamatan namun per eks kawedanan. Itu akan memakan anggaran yang kecil,” katanya.

Salahsatu petugas loket legalisir kantor Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Suwardi, 27, menuturkan adanya peningkatan permintaan legalisir. “Kalau setiap hari puluhan sudah banyak. Ini sejak pagi sudah ratusan permintaan legalisir,” kata Suwardi.

Loket pelayanan legalisir dibuka sesuai dengan hari kerja. Saat Ramadan seperti ini, loket dibuka sejak pukul 08.00. Sedangkan hari biasa, dibuka pukul 07.00. “Sebagian besar memang untuk mengikuti PPDB, karena yang saya tahu salahsatu persyaratannya harus menyertakan legalisir akta kelahiran dan KK,” katanya.

Salahsatu pemohon legalisir, Tata Yuanita, 15, mengatakan sejak pukul 09.00 sudah antre untuk mendapatkan legalisir akta kelahiran dan KK di kantor Dispendukcapil Kabupaten Semarang. Tata yang merupakan warga Kelurahan Kalirejo ini ingin memenuhi persyaratan dirinya mengikuti PPDB di SMAN 1 Ungaran. “Dari SMP 1 Ungaran, ke sini sama teman tadi,” katanya. (ewb/ida)