Jalur Tol Gelap dan Rawan Bagi Pemudik

11 Titik Persimpangan Tol Dijaga Ketat

1308
SEPI : Kondisi tol yang masih sepi fasilitas dan penerangan, cukup rawan jika dilewati saat malam hari sehingga petang. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEPI : Kondisi tol yang masih sepi fasilitas dan penerangan, cukup rawan jika dilewati saat malam hari sehingga petang. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Penggunaan jalur Tol Trans Jawa di sepanjang jalur Kabupaten Batang Polres Batang, patut dipertimbangkan. Pasalnya, jalur tol tersebut masih banyak rawan dilintasi para pemudik, karena banyak persimpangan jalur tol dengan jalan desa. Selain itu, kondisinya gelap, belum ada lampu penerangan jalan.

Kepala Polres Batang AKBP Juli Agung Pramono mengatakan bahwa pemanfaatan jalur Tol Brexit (Brebes Exit) hingga Gringsing saat ini, bersifat fungsional. Masih banyak menyisakan tantangan atau hambatan bagi pemudik yang akan melintasnya. “Kami akan memfokuskan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2017 di 11 titik persimpangan tol yang rawan macet,” tandasnya saat Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Dalam Rangka Operasi Ramadnia 2017, di Mapolres Batang, Kamis (8/6) kemarin.

Kesebalas titik tersebut antara lain yang utama di exit tol Batang di Kandeman Batang yang langsung menuju jalur pantura. Sisanya masih berhubungan dengan jalan desa, seperti di Desa Karanggeneng, Desa Juragan, Desa Ponowareng, Desa Kedung Segog, Desa Sengon, Desa Kuripan, Desa Kedawung, Desa Ketanggan, Desa Sawangan, dan Desa Mentosari.

Terkait kurangnya fasilitas di jalur tol, kata Kapolres, pemudik dilarang melintas setelah pukul 17.00, karena kondisinya masih banyak menimbulkan kerawanan. “Setelah pukul 17.00, jalur tol dari Brexit hingga Gringsing akan ditutup. Pemudik akan kami alihkan ke jalur pantai utara (pantura),” katanya.

Selain itu, dengan kondisi bukan puasa, di sepanjang tol belum banyak fasilitas yang memadai, seperti restoran dan rest area. Lebih baik berada di jalur pantura yang banyak rumah makan dan tempat istirahat, sehingga pemudik bisa berbuka puasa dan melepas lelah.

Adapun untuk mengantisipasi kerawanan, kata dia, polisi akan dibantu oleh sejumlah pemangku kepentingan dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran mendatang. Seperti dari Dinas Perhubungan serta pengelola jalan tol sendiri.

“Kondisi jalur tol hingga kini memang belum sepenuhnya selesai dikerjakan sehingga masih banyak kerawanan saat dilalui arus mudik dan balik Lebaran. Oleh karena, kami imbau pengguna jalan waspada saat melintas di jalan persimpangan jalan utama dengan jalur tol,” tutupnya. (han/ida)