33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Jaga Toleransi Selama Ramadan

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak semua umat Islam supaya berlomba-lomba berbuat kebaikan baik selama bulan Ramadan. Selain itu, wali kota juga mengajak semua umat untuk saling menjaga toleransi serta tenggang rasa demi terus terciptanya kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Menjaga toleransi, kita harus kembali ke fitrah kita. Bahwa sebenarnya keyakinan kita untuk memeluk agama Islam adalah bagian dari keyakinan kita, karena islam adalah agama yang penuh toleransi, agama yang penuh moderat, yang mampu menerima perbedaan-perbedaan. Sehingga kalau hari ini ada yang kemudian menamakan islam radikal, Islam yang tidak nasionalis, saya rasa itu harus dikembalikan lagi kepada fitroh kita,” ungkapnya saat usai shalat tarawih bersama warga di Masjid Komplek Asrama Lanal Semarang Barat.

Pria yang akrab disama Mas Hendi ini menjelaskan sebagai warga yang lahir maupun hidup di negara Indonesia hendaknya bisa menjaga maupun menerapkan adat dan budaya bangsa Indonesia. Hal ini dilakukan supaya warga masyarakat negara Indonesia terus bisa hidup rukun dan NKRI tetap menjadi negara yang utuh, yang kondusif guyub dan sejahtera. “Kita lahir di indonesia, bukan lahir di tanah arab atau lain sebagainya. Jadi kalau kita lahir di Indonesia ya kita pelajari budaya Indonesia. Misalnya mau pakai topi ya topi pecis atau kopyah, sopan santun dan toleransi serta tenggangrasa,” tegasnya.

Hendi juga menyampaikan salah satu upaya menjaga keutuhan sesama umat Islam, Hendi melakukan kebiasan tarawih keliling atau tarling di masjid-masjid yang ada di Kota Semarang selama bulan Ramadhan penuh. Alasan lainya, hal ini juga untuk meningkatkan kedekatan baik muspida maupun pemimpin kepada bawahan dan masyarakat umum. “Kita targetnya supaya para muspida ini juga bisa lebih dekat lagi tidak hanya ditataran tingkat atas atau hanya pimpinan saja. Jadi supaya bisa lebih guyub lagi, bisa saling ketemu dengan keluarga besar, bisa akrab,” katanya. (mha/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Dosen Ngudi Waluyo Diwajibkan Penelitian Tiap Tahun

UNGARAN – Dosen Universitas Ngudi Waluyo (UNW), wajib melakukan penelitian selama satu tahun sekali. Hal itu dikatakan oleh Rektor UNW, Subyantoro usai mewisuda ratusan...

Butuh Rumah Singgah PMKS

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Belum adanya rumah singgah untuk penampungan, membuat penanganan pengemis, gelandangan dan Orang telantar (PGOT) di Wonosobo belum bisa maksimal. Selama ini,...

Pelajar Pidato Antikorupsi

WONOSOBO—Bertepatan dengan Hari Antikorupsi Internasional 2017, Kejaksaan Negeri Wonosobo menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya, lomba pidato antikorupsi bagi pelajar SMA/SMK/MA. Lomba sekaligus dalam rangka...

Ibu-Ibu Pengajian Dukung Marwan

MUNGKID-- Dukungan terhadap Marwan Jafar sebagai calon Gubernur Jawa Tengah terus mengalir. Di Kabupaten Magelang, ribuan ibu pengajian Sholawat Nariyah mendeklarasikan diri mendukung calon...

Orang Bercadar Serang Kampung Nambangan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dua warga Kampung Nambangan Magelang Tengah kota Magelang terluka akibat sabetan senjata tajam yang dilakukan oleh puluhan orang tidak dikenal bercadar...

Pertukaran Budaya di SD Kebon Dalem 2

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Puluhan suster yang tergabung dalam Suster Penyelengaraan Illahi (SPI) melakukan pertukaran budaya di SD Kebon Dalem 2, Jalan Arumsari Sambiroto, Semarang,...