SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak semua umat Islam supaya berlomba-lomba berbuat kebaikan baik selama bulan Ramadan. Selain itu, wali kota juga mengajak semua umat untuk saling menjaga toleransi serta tenggang rasa demi terus terciptanya kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Menjaga toleransi, kita harus kembali ke fitrah kita. Bahwa sebenarnya keyakinan kita untuk memeluk agama Islam adalah bagian dari keyakinan kita, karena islam adalah agama yang penuh toleransi, agama yang penuh moderat, yang mampu menerima perbedaan-perbedaan. Sehingga kalau hari ini ada yang kemudian menamakan islam radikal, Islam yang tidak nasionalis, saya rasa itu harus dikembalikan lagi kepada fitroh kita,” ungkapnya saat usai shalat tarawih bersama warga di Masjid Komplek Asrama Lanal Semarang Barat.

Pria yang akrab disama Mas Hendi ini menjelaskan sebagai warga yang lahir maupun hidup di negara Indonesia hendaknya bisa menjaga maupun menerapkan adat dan budaya bangsa Indonesia. Hal ini dilakukan supaya warga masyarakat negara Indonesia terus bisa hidup rukun dan NKRI tetap menjadi negara yang utuh, yang kondusif guyub dan sejahtera. “Kita lahir di indonesia, bukan lahir di tanah arab atau lain sebagainya. Jadi kalau kita lahir di Indonesia ya kita pelajari budaya Indonesia. Misalnya mau pakai topi ya topi pecis atau kopyah, sopan santun dan toleransi serta tenggangrasa,” tegasnya.

Hendi juga menyampaikan salah satu upaya menjaga keutuhan sesama umat Islam, Hendi melakukan kebiasan tarawih keliling atau tarling di masjid-masjid yang ada di Kota Semarang selama bulan Ramadhan penuh. Alasan lainya, hal ini juga untuk meningkatkan kedekatan baik muspida maupun pemimpin kepada bawahan dan masyarakat umum. “Kita targetnya supaya para muspida ini juga bisa lebih dekat lagi tidak hanya ditataran tingkat atas atau hanya pimpinan saja. Jadi supaya bisa lebih guyub lagi, bisa saling ketemu dengan keluarga besar, bisa akrab,” katanya. (mha/smu)