33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

H-10 Jalan Alternatif Harus Sudah Mulus

Bupati Asip Rakor di DPU Taru

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KAJEN-Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) Kabupaten Pekalongan diperintahkan untuk memperbaiki seluruh kerusakan jalan di Kabupaten Pekalongan. Khususnya kerusakan jalan jalur alternatif yang akan dilalui oleh para pemudik, agar pemudik merasa nyaman ketika masuk ke wilayah Kabupaten Pekalongan.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat melakukan rapat koordinasi di kantor DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Kamis (8/6) kemarin. Setelah selama seminggu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa jalan rusak di wilayah Kabupaten Pekalongan, meliputi Jalan Raya Kesesi hingga Sragi, Bojong hingga Sragi, dan Bojong arah Wiradesa.

“Seluruh jajaran DPU Taru harus melakukan tugas pokok dan fungsi, yakni berupa perawatan infrastruktur, utamanya jalan-jalan di Kabupaten Pekalongan yang harus segera diselesaikan dalam waktu dekat,” tandas Bupati Asip.

Menurutnya, DPU Taru harus dapat memperbaiki semua jalan rusak sebelum H-10 hari raya Idul Fitri 2017. Karena kerusakan jalan menyangkut nama baik Pemkab Pekalongan dan bisa memberikan citra buruk. “H-10, semua jalan rusak di Kabupaten Pekalongan, khususnya jalur alternatif harus sudah dalam kondisi bagus dan mulus,” perintah Bupati Asip.

Bupati juga mengatakan bahwa dirinya akan terus memantau secara langsung, ruas-ruas jalan yang sedang dalam perbaikan. Sehingga pihaknya bisa melakukan evaluasi setiap hari dan mengetahui semua kondisi jalan yang telah diperbaiki demi kenyamanan para pemudik.

“Saat ini para PNS DPU Taru harus bekerja ekstra keras dan bisa menunjukkan kinerja terbaiknya, dengan melakukan perawatan dan perbaikan semua jalan rusak. Sehingga masyarakat dapat memberikan apresiasi terhadap kinerja DPU Taru,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga menegaskan bahwa para PNS yang berada di ujung tugasnya, yakni membangun dan memperbaiki serta melihara jalan, untuk terus meningkatkan disiplin dan menjadi PNS yang sesuai dengan harapan masyarakat yaitu melayani dengan cepat dan tepat.

“Selama ini pandangan masyarakat bahwa pelayanan birokrasi sangat slowly. Oleh karena itu, PNS wajib mengubah stigma masyarakat tersebut dengan kerja cepat, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja trengginas. Karena tuntutan masyarakat terhadap pelayanan sudah sangat tinggi. Dan kita adalah individu yang kehidupannya, menggunakan instrumen keuangan negara. Sehingga dituntut menjadi khodimul umat yang baik,” tegas Bupati Asip. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bayi Tewas di Dalam Kardus

RADARSEMARANG.COM, SUKOHARJO – Kasus pembuangan bayi terus terulang. Kali ini, bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan sudah tak bernyawa di dalam kardus di Kampung Wonorawi...

Fokus Kembangkan UMKM Gula Jawa

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Ngasinan Kecamatan Susukan, masih fokus dengan pengembangan UMKM gula jawa. Saat ini di desa tersebut sudah ada 40...

Makam Leluhur Gus Dur Dipugar

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga merehabilitasi makam Kiai Abdul Wahid yang berada di Tingkir. Kiai Wahid adalah kakek KH Hasyim Asy’ari. Dan juga...

Buket Bunga Raksasa dari Seribu Roti dan Keju

SEMARANG – Buket bunga dengan ukuran raksasa menghias atrium Mal Paragon, kemarin. Uniknya, buket tersebut terbuat dari rangkaian seribu roti dan keju berbentuk bunga....

42 Orang Terindikasi HIV/AIDS

UNGARAN – Sebanyak 42 orang warga Kabupaten Semarang terindikasi mengidap HIV/AIDS. Hal itu berdasarkan data Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Semarang per Oktober 2017...

Wali Kota Hendi Pastikan Jalur Semarang Nyaman Untuk Pemudik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama jajaran pemerintah kota dan Polrestabes Semarang melakukan pantauan Lebaran pertama di sejumlah titik, Selasa (12/6)...