JALIN KEAKRABAN : Bupati Wihaji dan Wabup Suyono foto bersama dengan warga Gringsing untuk menambah keakraban antara pimpinan dan warganya. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
JALIN KEAKRABAN : Bupati Wihaji dan Wabup Suyono foto bersama dengan warga Gringsing untuk menambah keakraban antara pimpinan dan warganya. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG-Kendati Kecamatan Gringsing merupakan wilayah terjauh Kabupaten Batang yang berbatasan dengan Kabupaten Kendal, namun akan dijadikan wilayah industri. Seiring tingginya kegiatan ekonomi masyarakat seperti kuliner, wisata alam dan produk unggulan madu yang terkenal hingga seluruh Indonesia.

“Perubahan RTRW (Rencana Ruang Tata Wilayah) 2017, Gringsing masuk dalam wilayah industri. Tentu menjadi harapan kami, masyarakat dapat mendukungnya karena pertumbuhan ekonominya sangat bagus dan meningkat. Selain itu, masyarakatnya mudah diajak komunikasi,” kata Bupati Batang, Wihaji yang didampingi Wakil Bupati (Wabup) Suyono dan jajaran Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), saat bertemu masyarakat Gringsing di Masjil Al-Huda Desa Kutosari Kecamatan Gringsing, Rabu malam (7/6) kemarin.

Terkait potensi Kecamatan Gringsing, Pemkab berharap besar Gringsing bisa turut memberikan kontribusi dalam membangun Kabupaten Batang. Apalagi didukung dengan karakter lokal masyarakatnya yang unik, kreatif dan inovatif serta potensi wilayahnya yang menjadi daya tarik. “Kami ingin di Kecamatan Gringsing, salah satu desanya dijadikan percontohan smart village dengan one village one product,” ucap Bupati Wihaji.

Sedangkan Camat Gringsing, Rusmanto menjelaskan bahwa situasi dan kondisi Kecamatan Gringsing sudah mulai kondusif. Mudah-mudahan label Kecamatan Gringsing kerap terjadi kasus tawuran antar warga, sudah tidak ada lagi seperti tahun lalu. “Kini Gringsing situasinya sudah kondusif, berkat kerjasama yang baik antar masyarakat, ulama dan umaroh yang sinergis menciptakan situasi yang aman dan nyaman,” jelasnya.

Terkait permintaan adanya Desa Smart Village, Rusmanto menyampaikan bahwa potensi Kecamatan Gringsing memang banyak, namun belum tergarap, terutama potensi wisata alamnya. Pihaknya berharap ada peran Pemkab Batang untuk memoles wisata yang terintegrasi dan edukatif di Kecamatan Gringsing.

“Kami akan memanfaatkan Sungai Kali Kuto untuk Wisata Arung Jeram yang teintegrasi dengan Pantai Jodo. Selain itu, ada Wisata Alam Bendung Cokro Kembang Dukuh Kluwung yang masih banyak lutungnya, ini potensi yang luar bisa yang harus digarap serius,” ungkapnya.

Ditambahkan, dukungan masyarakat Kecamatan Gringsing yang hampir 50 persen, sudah memiliki produk unggulan. Seperti Trasi Srundeng yang sudah dikemas apik, Bandeng Presto dengan kualitas baik, serta cemilan makanan ringan. “Untuk mendukung Desa Smart Village dengan one village one product, Gringsing paling siap. Namun masih perlu dukungan internet masuk desa, karena terkendala cakupan sinyal yang masih susah,” tandas Camat Rusmanto. (han/ida)