Buka Warung Makan di Siang Hari Ramadhan

874

Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak Kyai Ahmad Izzuddin yang semoga senantiasa diberi kesehatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Mohon maaf pak kyai mau bertanya, bagaimana dengan anggota masyarakat kita yang notabene Islam tapi untuk mencari nafkah tetap berdagang makanan di warungnya secara terbuka di saat umat Islam lainnya sedang menunaikan ibadah puasa. Apakah keutamaan pedagang tadi berkurang? Mohon penjelasannya, terimakasih

Khofianida 081918887xxx di Semarang

Wa’alaikuumussalam Warahmatullah Ibu Khofianida yang saya hormati dan dirahmati Allah, begini, penghormatan terhadap syiar Islam adalah tanda-tanda orang bertakwa. Demikian maksud firman Allah dalam QS. Al-Hajj [22]: 30. Salah satu di antaranya adalah tidak makan di depan umum saat orang-orang sekelilingnya sedang berpuasa, walaupun yang bersangkutan tidak wajib berpuasa. Siapa yang membuka warung makan di bulan puasa dan dilakukan secara terang-terangan, maka secara lahiriah ia bagaikan tidak peka dengan kehormatan bulan Ramadan.

Di sisi lain membuka warung makan di siang hari dapat mengundang orang-orang yang lemah iman untuk tidak berpuasa, dan ini dapat berarti bahwa pemilik warung membantu terjadinya kemunkaran. Seperti diketahui siapa yang membantu dalam amal baik, maka dia memperoleh ganjaran sebagaimana ganjaran orang yang dibantunya, demikian pun sebaliknya.

Memang, membuka warung untuk tujuan memudahkan orang berpuasa memperoleh bahan makanan untuk digunakan berbuka atau sahur, atau menjual makanan untuk anak kecil dan orang sakit, atau kepada siapa yang tidak wajib berpuasa dapat saja dibenarkan. Namun demikian, itu pun hendaknya tidak sangat terbuka. Dari sini kita dapat berkata bahwa yang menentukan berkurang tidaknya nilai puasa, atau berdosa tidaknya yang bersangkutan, bergantung pada niat dan ini hanya Allah Yang Maha Mengetahui.. Sekian jawaban saya semoga manfaat. Wallahu a’lam. (*/smu)