EVAKUASI: Petugas Basarnas saat melakukan pencarian dua pekerja yang tertimbun longsor. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EVAKUASI: Petugas Basarnas saat melakukan pencarian dua pekerja yang tertimbun longsor. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Dua pekerja bangunan tewas tertimbun talut longsor di Jalan Candi Mendut Utara I RT5 RW 5 Kelurahan Manyaran Semarang Barat, Kamis (8/6) sekitar pukul 15.15. Selain itu, dua pekerja lainnya berhasil selamat. Dua korban tewas diketahui bernama Budi Purwanto, 30, warga Bendungan, Kaligarang, Semarang, dan Nur, 20, warga Weleri, Kendal. Sedangkan korban selamat, Supri, 40, warga Weleri, Kendal, dan seorang pekerja warga Panjangan, Semarang Barat, yang belum diketahui identitasnya. Sebab, setelah kejadian yang bersangkutan memilih kabur.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kejadian tersebut bermula ketika empat pekerja sedang membuat fondasi cakar ayam di halaman rumah Rustiana. Rencananya, mereka hendak membangun talut. Saat itu, keempat pekerja sedang menggali lahan yang di belakangnya terdapat talut setinggi 6 meter. Nah, saat sedang melakukan penggalian itu, tiba-tiba talut yang juga tebing itu longsor.

Saksi Tri Hendrayana, warga setempat mengatakan, saat terjadi longsor, ia sempat mendengar suara gemuruh. ”Pas di dalam rumah saya sempat mendengar suara keras, kemudian saya lari keluar. Ternyata ada talut rumah yang longsor,” ujar kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (8/6).

Dikatakan, ada tiga pekerja yang tertimbun longsor. Sedangkan seorang pekerja berhasil menyelamatkan diri. Ketiga pekerja yang tertimbun longsor tersebut nasibnya mengenaskan. Salah satu pekerja, yakni Supri, sempat terjepit bebatuan dan tanah. Namun wajahnya masih tampak. Sehingga ia berhasil dievakuasi warga yang langsung berdatangan mengetahui kejadian tersebut. ”Posisinya terjepit batu, hanya kelihatan kepalanya. Warga sini bersama petugas Basarnas berhasil mengevakuasinya. Yang terjepit namanya Supri, warga Weleri,” jelasnya.

Diakui, proses evakuasi terhadap Supri membutuhkan waktu cukup lama, lantaran tanah dan bebatuan besar menimbun tubuhnya. Bahkan, korban sempat diberikan minum sebagai upaya pertolongan darurat dalam posisi tubuh terjepit bebatuan. ”Evakuasinya butuh waktu sekitar 30 menit. Dia langsung dibawa ke RS Tugurejo. Sepertinya tadi tangannya patah,” terangnya.

Dua korban lainnya, Budi Purwanto dan Nur bernasib lebih tragis. Keduanya terkubur hidup-hidup di dalam tanah dan bebatuan. Upaya pencarian dilakukan petugas Basarnas dengan menurunkan mobil pemadam kebakaran. Tanah di lokasi longsor disemprot, hingga diketahui keberadaan kedua korban.

Setelah melakukan pencarian sekitar 4 jam, sekitar pukul 20.05, korban Budi Purwanto ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa. Tubuhnya tertimbun di kedalaman lebih dari 1 meter. ”Saat ditemukan, korban Budi Purwanto dalam posisi badan miring tertimbun tanah padas,” ungkap Humas Basarnas Jawa Tengah, Maulana Affandi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selang 15 menit kemudian, korban Nur ditemukan. Ia juga sudah tidak bernyawa. Posisi Nur tidak jauh dari korban Budi Purwanto. ”Dua korban tewas langsung dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang,” katanya.

Kapolsek Semarang Barat Kompol Arianto Salkeri mengaku telah memintai keterangan sejumlah saksi. Salah satunya Rustiana, pemilik rumah yang saat kejadian sedang mengantar kopi pesanan pekerja yang sedang membangun fondasi talut. ”Setelah mengantar kopi, pemilik rumah masuk ke dalam rumah. Namun selang beberapa menit, Rustiana mendengar suara gemuruh di samping rumahnya,” ungkapnya.

Mendengar suara itu, lanjut Arianto, pemilik rumah penasaran dan selanjutnya keluar untuk melakukan pengecekan. Saat itu, saksi melihat talut setinggi 6 meter sudah longsor dan menimpa tiga pekerja. ”Saksi sempat menanyakan ke salah satu pekerja yang selamat, namun tidak dijawab. Kemudian saksi Rustiana menyampaikan kepada warga untuk meminta tolong terkait adanya kejadian ini,” katanya.

Hal senada diungkapkan saksi lainnya, Radiyta. Ia juga dikejutkan suara keras di dekat rumahnya. Saat keluar rumah, ternyata talut sudah longsor menimpa tiga pekerja yang sedang membangun fondasi. ”Ada suara brak, dan begitu saya keluar, talut di rumah sebelah sudah runtuh,” jelasnya.

Warga setempat lainnya, Aris, usai kejadian sempat mendengar suara rintihan kesakitan seseorang dari tempat kejadian. Ia bersama warga lantas melakukan pertolongan. Namun menemui kesulitan. Sebab, korban terjepit bebatuan. ”Posisinya tertimbun. Saya lihat masih hidup, terus saya sampaikan ke tetangga, kemudian melakukan pertolongan. Setelah petugas Basarnas datang, akhirnya berhasil diselamatkan,” ujarnya. (mha/aro/ce1)