Serabi Pegandon Favorit Takjil

4286
NGABUBURIT: Seorang warga Kendal tengah membeli serabi Pegandon di jalan Pegandon-Puguh tepatnya di Desa Tejorejo, sore kemarin. (BUDI S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NGABUBURIT: Seorang warga Kendal tengah membeli serabi Pegandon di jalan Pegandon-Puguh tepatnya di Desa Tejorejo, sore kemarin. (BUDI S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Wilayah Pegandon, Kendal, punya makanan khas yang hanya bisa dijumpai di bulan Ramadan. Ya, Serabi Pegandon menjadi takjil favorit bagi masyarakat Kendal dan diburu saat menjelang berbuka puasa.

Mulai siang hingga menjelang buka puasa di sepanjang jalan Pegandon-Puguh tepatnya di Desa Tejorejo, banyak warga setempat yang menjajakan serabi tersebut. Ratusan wargapun setiap sore menjejali jalan yang mendadak seperti pasar tumpah.

“Jajanan ini memang hanya dapat ditemui di Bulan Ramadan, karena itu laris sekali. Rasanya enak dan menyehatkan karena tidak mengandung pengawet,” kata Sapawi, salah satu pembeli dari Kendal Kota.

Seorang penjual Serabi, Endah Juwartini bersama suaminya Mustafid mengaku selama Ramadan ini mereka selalu berjualan jajanan khas tersebut. Dia mengaku jualan serabi dapat menambah pendapatan. “Lumayan untuk berlebaran,” akunya.

Setiap harinya, Endah mengaku menghabiskan bahan hingga 7 kilogram tepung beras untuk membuat kue serabi tersebut. Setidaknya dari bahan sebanyak itu mampu untuk membuat 200 plastik kue serabi.

Beberapa bahan lain yang dibutuhkan untuk membuat adonan di antaranya kelapa muda, santan, daun pandan, dan garam. Kue serabi kemudian disajikan dengan santan, dan es cincau yang dijual per plastiknya sebesar Rp3 ribu. “Membuatnya akan lebih enak jika menggunakan tungku gerabah. Selain itu, juga gampang untuk membentuk kue serabinya,” paparnya. (bud/smu)