ZIARAH: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ziarah ke makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Kabupaten Sragen, Kamis (8/6/2017). (FOTO: AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ZIARAH: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ziarah ke makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Kabupaten Sragen, Kamis (8/6/2017). (FOTO: AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SRAGEN – Pemprov Jateng berupaya menghapus kesan ‘esek-esek’ di sekitar makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Kabupaten Sragen. Kawasan tersebut dikemas menjadi wisata religi. Membuat nyaman bagi pengunjung untuk berziarah dan berdoa.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo pun meminta Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati untuk bersikap tegas melarang ‘ritual seks’ yang selama ini melekat di Gunung Kemukus. “Dulu waktu ramai-ramainya, saya sudah minta bupati untuk coba dikomunikasikan. Sekarang malah marak lagi,” ucapnya saat ziarah di makam Pangeran Samudro, Kamis (8/6/2017).

Gubernur berambut putih ini menilai, jika kondisinya seperti ini, pencegahannya tidak mungkin hanya dengan cara sekadar melarang. Harus ada langkah kongkret yang lebih sistematis. Misalnya dengan menjadikan kawasan ini sebagai kawasan wisata yang benar-benar religi.

Salah satunya dengan memugar bangunan fisik agar betul-betul untuk menunjang kegiatan religius di komplek tersebut. “Mereka yang ada di sini mesti diajak berusaha untuk mendukung wisata religius bukan disalahgunakan untuk yang lain,” katanya.

Ganjar meminta bupati setempat, untuk memberi perhatian lebih pada perkembangan sosial di¬†Gunung Kemukus. Dia menyarankan, bupati jangan pernah memberi izin hiburan di kawasan tersebut untuk menjaga religiusitasnya. “Saya menyarankan jangan diberi untuk izin hiburan, tidak ada hiburan. Kalau mau ya ngaji di sini,¬†ziarah,” harapnya.

Dia berharap, cerita tentang Pangeran Samudro sebagai tokoh penyebar Islam bisa diangkat ketimbang ‘ritual seks’. “Cerita Pangeran Samudro itu siapa, dia itu nyebarkan agama bukan hama. Yang itu (ritual seks, red) kan hama,” imbuhnya. (amh)