Ngaku Polisi, Merampas

907
RESAHKAN WARGA: Kapolsek Semarang Barat, Kompol Arianto Salkery saat memintai keterangan pelaku perampasan. (Agus Haryanto/Jawa Pos Radar Semarang)
RESAHKAN WARGA: Kapolsek Semarang Barat, Kompol Arianto Salkery saat memintai keterangan pelaku perampasan. (Agus Haryanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Dua pelaku kejahatan pencurian dengan kekerasan diringkus aparat Polsek Semarang Barat. Pelaku menggunakan modus mengaku anggota polisi bertugas di Polda Jateng.  Pelaku bernama Denis Nugroho Aditya, 30, dan Eko Prasetyo, 30, keduanya warga Kumudasmoro, Semarang Barat. Ditangkap tak jauh dari rumahnya, Senin (5/6).

Setiap beraksi pelaku juga membawa senjata airsoft gun untuk menakuti korbannya. Pelaku juga tak segan melukai korbannya jika ada perlawanan.

Kapolsek Semarang Barat, Kompol Arianto Salkery mengungkapkan, kali terakhir dua pelaku beraksi di Kota Semarang, Senin (5/6) dini hari. Petugas Polsek Semarang Barat langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku setelah mendapat laporan dari para korbannya.

”Terakhir mereka beraksi di dua lokasi dalam waktu hampir bersamaan, Senin (5/6) dini hari. Modusnya menodongkan pistol ke arah korbannya saat beraksi dan mengaku polisi,” ungkapnya, Rabu (7/6) kemarin.

Arianto membeberkan kali pertama pelaku beraksi di depan SPBU Jalan Siliwingi, Semarang Barat, sekitar pukul 00.30. Dua pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor langsung menghadang korbannya. Pelaku merampas sepeda motor Yamaha Mio Soul H-6249-EH yang dikendarai korban. ”Pengendara dihentikan, ditodong pistol dan dipukuli kemudian motornya dirampas dan dibawa kabur,” katanya.

Setelah mendapat rampasan sepeda motor Mio Soul tersebut, pelaku kembali beraksi saat melintas di Jalan Puspowarno Selatan, Semarang Barat, sekitar pukul 01.00 WIB. ”Ada pengendara yang melintas langsung dihampiri. Para pelaku tidak meminta motor, tapi mereka merampas laptop dan handphone milik korban,” jelasnya.

Selain meringkus pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa tiga sepeda motor, satu pistol airsoft gun, dua butir peluru, laptop dan sarung sangkur. Keduanya dijerat Pasal 365 KHUP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman 9 tahun penjara.

”Kami masih mengembangkan kasus ini, guna mengungkap aksi kejahatan yang dilakukan oleh pelaku,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)