Jadi Terminal Peti Kemas

Rencana Pemanfaatan Lahan Terminal Terboyo

1122
LOKASI TERMINAL: Lahan di tepi jalan raya Pantura Demak wilayah Desa Jogoloyo, Wonosalam yang rencananya akan dibangun terminal tipe A pengganti Terminal Terboyo. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LOKASI TERMINAL: Lahan di tepi jalan raya Pantura Demak wilayah Desa Jogoloyo, Wonosalam yang rencananya akan dibangun terminal tipe A pengganti Terminal Terboyo. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah memiliki dua alternatif pemanfaatan lahan Terminal Terboyo jika nanti terminal tipe A itu dipindah ke wilayah Demak. Hendi –sapaan akrab wali kota—akan menjadikan eks Terminal Terboyo sebagai Terminal Peti Kemas ataupun pangkalan truk.

BacaTerminal Terboyo Dipindah ke Demak

”Kami sudah berkirim surat kepada Kementerian Perhubungan. Kalau nanti Terminal Terboyo dipindah ke wilayah Demak, maka kita akan minta asetnya. Nanti akan kita ubah menjadi Terminal Peti Kemas. Bisa juga menjadi pangkalan truk,” ungkap Hendi saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di sela tarawih keliling (tarling), Rabu (7/6) tadi malam.

Alasan lokasi tersebut dijadikan sebagai pangkalan truk, menurut Hendi, lantaran di lokasi tersebut telah banyak truk yang diparkir. Selain itu, juga sangat bagus untuk penataan dan perwajahan kota. ”Karena di situ banyak truk yang parkir sebelum menuju pelabuhan maupun yang datang dari pelabuhan. Kalau nanti kita minta dijadikan terminal peti kemas atau pangkalan truk, saya rasa akan menjadi lebih rapi,” katanya.

”Kami sudah berkirim surat kepada Kementerian Perhubungan. Kalau nanti Terminal Terboyo dipindah ke wilayah Demak, maka kita akan minta asetnya. Nanti akan kita ubah menjadi Terminal Peti Kemas. Bisa juga menjadi pangkalan truk.”

Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang

Hendi menjelaskan, Terminal Terboyo dan Terminal Mangkang meski posisinya berada di Kota Semarang, menurut undang-undang dan klasifikasinya saat ini adalah terminal tipe A. Sehingga hal tersebut merupakan milik dan kewenangan pemerintah pusat. ”Kami terus terang tidak boleh menganggarkan APBD di dua terminal tersebut meski lokasinya berada di dalam Kota Semarang,” jelasnya.

Sementara itu, warga Demak menyambut baik rencana pemindahan Terminal Terboyo ke Demak. Ini karena akan dapat menumbuhkan gairah ekonomi lokal bagi warga sekitar. Apalagi terminal tersebut nantinya dapat terhubung dengan jalan tol Semarang-Demak. Rencana ini, mendapat respons positif dari warga, termasuk para netizen di media sosial (medsos).

Sebagaimana pendapat Aris Nugroho, warga Demak. Menurutnya, adanya Terminal Demak yang menggantikan posisi Terboyo diharapkan dapat menjadikan perekonomian di Demak semakin tumbuh berkembang.

Hal senada disampaikan Sultan Bintoro. ”Demi kemajuan Demak dan pemasukan ekonomi warga Demak, saya mendukung (terminal tipe A Demak),” katanya.

Selain itu, kata dia, adanya terminal yang menghubungkan jalur Pantura Demak akan menjadi kota yang maju. Seperti diketahui, lahan terminal tipe A yang sebelumnya telah disediakan Pemkab Demak cukup strategis. Letaknya berada di tepi jalan raya Pantura Demak, di wilayah Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam. Lahan seluas 5,1 hektare ini sebelumnya sekitar empat tahun lalu sudah dimulai dirintis pembangunannya, utamanya pembangunan pagar serta pengurukan lahan. Namun, seiring dengan perkembangan yang ada, terminal tipe A tersebut pada 2017 ini secara resmi telah diserahterimakan ke pemerintah pusat.

Posisi terminal tersebut dalam dua tahun terakhir sempat vakum. Akibatnya, lahan yang telah didirikan pagar dan diuruk tanah padas dipenuhi rerumputan tinggi. Balok bangunan mangkrak. Pun sebagian pagar pembatas yang sudah berdiri tak terurus. Lahan ini kadang juga dijadikan tempat untuk kegiatan dari komunitas tertentu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Demak, Wahyu Tri Hapsari, mengatakan, pihaknya menyambut baik keinginan pemerintah pusat untuk membangun terminal tipe A di Demak untuk menggantikan posisi Terminal Terboyo Semarang.

”Detailnya kita belum tahu. Rencananya memang begitu. Karena Terminal Terboyo akan dijadikan terminal barang,” ujarnya.

Menurutnya, lahan terminal di Demak sudah disiapkan jauh-jauh hari. Sesuai ketentuan, untuk kebutuhan terminal tipe A hanya diperlukan lahan seluas 3 hektare. Namun saat ini justru sudah ada lahan 5,1 hektare. ”Lahan seluas itu sudah cukup untuk terminal tipe A,” katanya. Saat ini, lanjut dia, Pemkab Demak masih menunggu realisasi pembangunan terminal tersebut yang sedianya dimulai oleh pemerintah pusat pada 2018 mendatang. Untuk pembangunan awal akan disediakan anggaran Rp 186 miliar dari APBN. Selain itu, pembangunan juga akan dilakukan secara bertahap.

Adanya terminal ini nanti diharapkan dapat melayani bus antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP) serta dalam kota. ”Untuk aset lahan terminal itu sudah kita serahkan ke pemerintah pusat. Karena itu, kita tinggal menunggu rencana selanjutnya, termasuk rencana pembangunan tersebut,” jelasnya.

Wahyu Tri Hapsari menegaskan, adanya terminal tersebut dinilai sangat menguntungkan bagi Demak. ”Ekonomi akan tumbuh pesat,” katanya optimistis. (mha/hib/aro/ce1)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here