TETAP NORMAL: Situasi di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, kemarin. Tak sedikit dari warga Semarang yang berdonor darah. (DIAZ AZMINATUL ABIDIN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP NORMAL: Situasi di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, kemarin. Tak sedikit dari warga Semarang yang berdonor darah. (DIAZ AZMINATUL ABIDIN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tidak perlu ragu untuk mendonorkan darah pada bulan puasa. Karena konon justru membuat sirkulasi darah lancar dan sehingga kita akan lebih sehat dibandingkan saat hari biasa.

Dr Helda Eka Yulianti, Kepala Bagian Pelayanan Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang menjelaskan, saat sedang berpuasa  terjadi proses detoksifikasi, atau pembuangan racun dari dalam tubuh. Nah,  proses detoksifikasi akan semakin bagus karena sirkulasi darah  dalam tubuh semakin lancar dengan donor darah. “Pada saat donor darah, jelas sirkulasi darah semakin baik, proses detoksisfikasi akan lebih efektif. Jauh lebih baik kondisinya bila dibandingkan saat tidak sedang berpuasa,”  katanya, Selasa (6/6).

Adapun, Dr Helda menyarankan  waktu untuk donor darah yang baik, ialah pada pagi hari, atau sesaat menjelang buka. Atau setelah berbuka juga tidak masalah. Namun untuk waktu siang hari tidak terlalu disarankan meskipun diperbolehkan. “Untuk mereka yang sudah sering donor darah tidak apa-apa bila mendonorkan darahnya pada siang hari. Namun untuk mereka yang jarang donor darah sebaiknya dihindari waktu pada siang hari,” urainya.

Lalu, pendonor darah harus memiliki pola makan yang sehat dan cukup. Hal ini bisa dilakukan saat sahur, makan dengan menu yang cukup dan sehat. Cairan juga cukup, saat berbuka juga cukup dengan mengonsumsi makanan berserat serta lebih banyak mengonsumsi air putih. “Kalau makanan yang sehat, standar saja cukup protein dan yang mengandung zat besi minimal,” selorohnya.

Adapun PMI Kota Semarang menyediakan menu tambahan untuk pendonor. Dari yang biasanya biskuit, susu, air putih atau telur, PMI menambahkan lagi biskui dan gula. Tujuannya agar konsumsi makanan pendonor lebih cukup setelah menyumbangkan darahnya. (dan/smu)