Dana Terbatas, Fokus pada Skala Prioritas

1000
SILATURRAHMI : Bupati Batang, Wihaji saat bertemu dengan masyarakat Desa Kranggan Kecamatan Tersono, selain kenalan juga menyampaikan program kerjanya, Senin malam (5/6) kemarin. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)
SILATURRAHMI : Bupati Batang, Wihaji saat bertemu dengan masyarakat Desa Kranggan Kecamatan Tersono, selain kenalan juga menyampaikan program kerjanya, Senin malam (5/6) kemarin. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Pembangun di wilayah Kabupaten Batang akan menggunakan skala prioritas dan lebih fokus dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Lantaran anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang terbatas.

Hal tersebut terungkap saat Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati (Wabup), Suyono saat bertemu masyarakat Desa Kranggan Kecamatan Tersono, Senin malam (5/6) kemarin.

“Kami paham anggaran pemerintah terbatas. Untuk itu, akan kami dorong untuk melakukan perbaikan infrastruktur, membuka destinasi wisata baru yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Bupati Wihaji.

Untuk itu, imbuhnya, program prioritas dalam kampanye akan masuk dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Batang. Program tersebut antara lain, tunjangan kematian, kenaikan honor guru wiyata bakti, mobil pelayanan kesehatan satu desa satu mobil tunjangan RT dan RW. “Sedangkan untuk infrastuktur desa, kami harapkan, kepala desa menggunakan dana desa untuk perbaikan infrastruktur jalan desa. Sedangkan Pemkab akan fokus ke jalan kabupaten,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ditegaskan Bupati Wihaji, akan bekerja sesuai kewenangannya, sesuai rel aturan dan perundang–undangan. Pihaknya tidak ingin mengambil kebijakan yang bermasalah dengan hukum.

Diungkapkan lebih lanjut, saat ini di pemerintahannya masih banyak pekerjaan dan permasalahan yang harus dibenahi dan selesaikan. Kabupaten Batang yang terdiri atas 15 kecamatan, masing-masing memiliki permasalahan yang berbeda dan tidak bisa secepat kilat terselesaikan. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan semua masalah,” tandas Wihaji.

Terkait kedatangannya terebut, bupati dan wabup sengaja ingin berkenalan dengan warga dan menyambung tali silaturahmi. Sekaligus mengajak masyarakat berkomunikasi dengan bupati dan wabup.

“Kalau ada masalah, dimusyawarahkan, pasti akan membantu sesuai dengan kewengan saya, berdasarkan aturan dan perundang–undangan agar tidak bermasalah dengan hukum,” seru Wihaji kepada masyarakat Desa Kranggan.

Wihaji berpesan kepada para orang tua untuk mengawasi dan menjaga anak – anaknya dalam menggunakan informasi teknologi, seperti media sosial maupun teknologi yang lain. (han/ida)