AKSI PEMADAMAN: Petugas Damkar Kota Semarang melakukan penyemprotan air ke arah ruang Darusssalam yang terbakar. (Ist)
AKSI PEMADAMAN: Petugas Damkar Kota Semarang melakukan penyemprotan air ke arah ruang Darusssalam yang terbakar. (Ist)

SEMARANG – Sebuah asap membumbung di ruang Darussalam RSI Sultan Agung Semarang, akibat kejadian tersebut perawat lari tunggang langgang untuk menyelamatkan pasien. Diduga kebakaran terjadi karena arus pendek listrik.

Selain petugas, pasien juga panik. Pegawai RS mulai dari satpam sampai perawat sibuk mengeluarkan pasien dari kamar. Beberapa petugas unit Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) RSI Sultan Agung lalu-lalang untuk menyelamatkan pasien. Sejumlah petugas dengan membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) berusaha mematikan api.

Tetapi api tidak dapat dipadamkan dan merambat ke beberapa ruangan. Petugas RS bersama pemadam kebakaran harus mengeluarkan pasien menggunakan mobil tangga. Pasien dan karyawan berhasil dikeluarkan dari kepungan api melalui jendela samping. Sejumlah pasien dan karyawan yang mengalami luka bakar, kemudian dikumpulkan di posko untuk mendapatkan perawatan.

Peristiwa itu hanyalah simulasi penanganan kebakaran di RSI Sultan Agung agar perawat dan karyawan RSI Sultan Agung lebih cekatan dalam menjalankan tugas apabila terjadi kebakaran seperti ini. ”Dengan melakukan simulasi ini maka karyawan akan melakukan tugasnya dengan baik dan bisa lebih cekatan dalam menghadapi situasi,” kata Ketua Panitia Simulasi RSI Sultan Agung Bejo Utomo.

Bejo Utomo mengatakan kegiatan ini bekerja sama dengan pihak unit Pemadam Kebakaran Kota Semarang. Dan dengan simulasi tentunya melatih kecekatan karyawan, selain itu juga sebagai pengetahuan tambahan sehingga ketika terjadi kebakaran tanpa dikomando langsung melakukan upaya penyelamatan.

”Latihan ini sangat bagus sehingga karyawan tanpa dikomando langsung melakukan sesuatu yang berguna, tidak hanya diri sendiri tetapi juga bagi orang lain,” imbuhnya. (hid/zal/ce1)