Berdayakan Pedagang Kelontong Tradisional

900
Salah satu kegiatan CSR Alfamart Pendorong Pemberdayaan UMKM berupa Pelatihan Manajemen Ritel.
Salah satu kegiatan CSR Alfamart Pendorong Pemberdayaan UMKM berupa Pelatihan Manajemen Ritel.
Alfamart Semarang sebagai ritel modern memiliki kepedulian besar terhadap usaha mikro kecil menengah (UMKM). Ritel dengan jaringan tersebar di Indonesia ini, membina UMKM dengan memberikan pelatihan manajemen, penataan etalase hingga menampung produk para pengusaha kecil.
Saat ini, sedikitnya ada sekitar 1.618 pedagang kelontong tradisional di Semarang dan kota-kota sekitarnya yang menjadi binaan Alfamart. “Dengan mendapatkan pelatihan dari kami, kami berharap usaha mereka semakin maju. Pembinaan ini juga bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat,” kata Deputy Branch Manager Alfamart Semarang, Supriyanto.
Supriyanto melanjutkan, bentuk sinergi yang dilakukan Alfamart dengan peritel tradisional melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA). Program tersebut dijalankan dalam dua bentuk. Pertama, memberi pelatihan manajemen ritel. Kedua, menyediakan layanan pesan antarbarang dagangan dengan harga khusus bagi member pedagang OBA. Selain itu, ada bedah warung yang dijalankan bagi member terpilih.
Hal ini sejalan dengan visi perusahaan. Yakni, menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pedagang kecil. “Pedagang ritel tradisional perlu dibekali dengan ilmu manajemen ritel modern agar memiliki daya saing.”
Adapun materi yang disampaikan dalam pelatihan manajemen ritel modern, antara lain, tentang manajemen penataan barang, pengaturan stok barang, manajemen keuangan, serta tips mengamati tren pasar terkait produk yang sedang diminati.
Selain pembinaan ke pedagang kecil, Alfamart juga memiliki progrom pendidikan ritel Alfamart Class. Pada awal Mei, tepatnya Rabu, 10 Mei 2017, Alfamart baru saja melalukan MoU kerja sama pendidikan ritel Alfamart Class dengan SMK Negeri 1 Demak. Peresmian dilakukan oleh Asisten II Pemkab Demak, Windu Sunardi, mewakili Bupati Demak bersama Branch Manager Alfamart, Mateus Radiman.
Mateus mengatakan, program ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan. “Melalui program ini, perusahaan ingin menumbuhkembangkan minat masyarakat terhadap dunia ritel melalui proses pembelajaran yang aplikatif.”
Corporate Affairs Director Alfamart Solihin membeber, hingga kini sebanyak 4.360 siswa tercatat telah bergabung dalam Praktek Kerja Industri (Prakerin) di Alfamart. Alfamart Class telah diimplementasikan di 170 SMK di berbagai wilayah di Indonesia. “Tahun ini, perusahaan berencana menambah kerja sama dengan 21 SMK lainnya,” jelasnya. (san/isk)