Sallafudin, Manajer PPSM Sakti Magelang

Sallafudin, Manajer PPSM Sakti Magelang

Anggota DPRD Kota Magelang berwajah ganteng ini, masih dipercaya oleh manajemen PPSM Sakti Magelang untuk menangani tim kebanggaan warga Kota Magelang. Tercatat, Sallafudin pernah menjabat sebagai Manajer PPSM pada 2004-2011. Kini, PPSM tengah berlaga di Liga 2, Liga Indonesia Baru, kasta kedua liga terdahsyat di Indonesia.
Tentu bukan pekerjaan mudah bagi seorang Sallafudin untuk membesut PPSM. Ia sendiri baru ditunjuk menjadi Manajer PPSM Sakti Magelang pada 30 Maret 2017. Atau, selang beberapa pekan sebelum Liga 2 bergulir.
Meski terbilang singkat, Sallafudin berupaya membentuk pondasi kuat PPSM. “Terus terang, saya baru ditunjuk menjadi manajer dalam waktu yang begitu singkat. Saya bilang, saya siap. Asal manajemen, suporter percaya dan siap bersama-sama membangun PPSM,” kata Sallafudin.
Meski amanah yang diembannya berat, toh bagi politisi PKB yang juga Ketua DPC PKB Kota Magelang ini, semangat baja merupakan kekuatan besarnya. Meski permasalahan anggaran menjadi kendala, namun tidak menyurutkan semangat Sallafudin untuk membangun Tim Macan Tidar.
“Kita paling tidak butuh anggaran dalam mengarungi Liga 2 sebesar minimal Rp 2 miliar. Namun, dana yang baru kita kelola Rp 900 juta. Efisiensi anggaran sangat kita terapkan. Saya tetap optimistis, sponsor akan datang. Unik itu, kita manfaatkan peran suporter. Suporter adalah jiwa PPSM,” beber Sallafudin. Sallafudin mempunyai misi bahwa PPSM harus dibangun dengan pondasi yang kuat dan utama. Yaitu manajemen kuat, suporter yang mendukung, infrastruktur, dan anggaran.
“Pondasi saya adalah target satu tahun menangani PPSM dengan arahan PPSM modern. Tahun kedua penguatan manajemen tim, tahun kelima adalah tampilan PPSM modern, kuat, dan mandiri. Karena membangun tim sepakbola membutuhkan waktu minimal lima tahun,” ujar Sekretaris Komisi C DPRD Kota Magelang itu.
Sebaliknya, Sallafudin menyayangkan adanya paradigma pendidikan menengah atas dikelola oleh Pemprov. Sebab, selama ini PPSM disumbang oleh SMAN 5 Kota Magelang dengan program keolahragaan.
“Akhirnya, kami sulit mendapat pemain lokal dari SMAN 5 Kota Magelang. Padahal, pembinaan olahraga sepakbola di sana sangat bagus. Harapan kami, pemerintah kota melalui KONI atau pembina olahraga sepakbola, bisa membuat semacam unit pembinaan sepakbola, agar mampu menghasilkan pemain lokal berkualitas.”
Sallafudin sangat menaruh harapan besar terhadap suporter Macan Tidar untuk terus mendukung upayanya membangun tim. Sallafudin membuat jaringan komunikasi lebih terbuka kepada suporter. “Jika ada permasalahan tentang tim, manajemen siap bertemu dengan suporter di distrik manapun untuk menjelaskan.”
Sallafudin mengaku senang mendapatkan penghargaan sebagai penggerak dan pegiat sepakbola di Kota Magelang. Penghargaan tersebut, menurut Sallafudin, didedikasikan untuk suporter dan PPSM. “Penghargaan tersebut membuat saya semakin termotivasi membangun PPSM lebih baik lagi.” (cr3/isk)