Perjuangkan Pembangunan Infrastruktur Daerah

839
Nusyirwan Soejono ST
Nusyirwan Soejono ST
Nusyirwan Soejono, merupakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari daerah pemilihan Jateng VI. Sebagai wakil rakyat, Nusyirwan begitu getol menyuarakan aspirasi masyarakat. Utamanya, memperjuangan pembangunan daerah, khususnya di bidang insfrastruktur. Ini sesuai dengan bidangnya di Komisi V DPR RI.
Pria kelahiran Jakarta ini, juga rajin turun ke daerah pemilihannya meninjau proyek yang tengah dikerjakan. Seperti meninjau Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang berada di Kabupaten Magelang dan Temanggung. Ia memastikan pekerjaan tersebut dapat berjalan lancar dan sesuai target.
Belum lama ini, bapak 3 anak itu meninjau proyek PISEW dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Kecamatan Secang dan Salaman, Kabupaten Magelang. “Saya mengecek langsung dengan turun ke desa-desa untuk memastikan kegiatan berjalan dengan lancar dan baik,”ujar Nusyirwan.
Pria berkaca mata ini menjelaskan, tahun lalu program ini turun ke Kabupaten Magelang sebesar Rp 2,4 miliar. Anggaran sebesar itu dibagi dalam dua titik. Yakni, Kecamatan Secang dan Kecamatan Salaman.
Dari hasil masukan di lapangan, kegiatan PISEW lebih baik jika dilaksanakan secara swakelola, bukan lelang seperti tahun sebelumnya. “Misal anggaran Rp 1,2 miliar ini kalau dalam lelang justru hanya turun Rp 900 juta, jadi berkurang banyak,” tandas suami Nana Ernawati itu.
Jika kegiatan tersebut dilakukan seperti swakelola maka hasil di lapangan akan lebih baik. Juga ada unsur keterlibatan masyarakat yang sangat tinggi.
Tidak hanya di Kabupaten Magelang, Nusyirwan belum lama ini juga terjun ke wilayah Temanggung untuk mengecek pembangunan proyek PISEW yang sudah rampung tahun lalu. Proyek tersebut adalah pembangunan jalan di Desa Jlegong Kecamatan Bejen dan Desa Guntur Kecamatan Temanggung.
Menurut politisi yang pernah aktif di pengurus pusat Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), proyek pembangunan jalan di dua desa tersebut dibiayai dari dana desa dan PISEW. Proyek yang terintegrasi tersebut kata dia, menjadi contoh bagus, sehingga bisa diterapkan di daerah lain.
Dijelaskan lebih lanjut, kualitas pembangunan jalan di dua desa tersebut bagus, karena dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat setempat. Berdasarkan pengamatannya, proyek yang sama di daerah lain, seperti di Kabupaten Wonosobo dan Purworejo, kualitasnya tidak sebagus Temanggung, karena dikerjakan pihak lain alias dikontrakan.
“Program-program desa, seperti pembangunan jalan supaya kualitasnya bagus, alangkah baiknya dikerjakan secara swadaya. Karena ada partisipasi masyarakat,” ucap politisi bergelar sarjana teknik tersebut.
Nusyirwan berhasil mengegolkan proyek PISEW 2016 di Kabupaten Temanggung sejumlah 8 titik. Ketika turun ke desa-desa pria yang pernah menjabat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan tahun 2010 – 2015 ini tak lupa mengajak interaksi masyarakat. Seperti saat mengunjungi Desa Citrosono dan Sambungrejo Kecamatan Grabag yang diterjang banjir bandang akhir April lalu. Dia menilai semangat warga bergotong-royong dalam menanggulangi bencana sungguh luar biasa. (*/lis)