Trisila Juwantara, Owner Yuasafood

Trisila Juwantara, Owner Yuasafood

Trisila Juwantara, merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) asal Wonosobo yang sukses. Produknya andalannya Carica, buah khas dataran tinggi Dieng. Berkat keuletannya, Trisila tidak hanya membuka usaha. Namun, kerap diundang sebagai motivator bagi mereka yang akan memulai usaha UMKM.
Sukses yang diraih Trisila hari ini, berawal dari situasi yang getir. Awalnya, pria kelahiran Magelang ini pindah ke Wonosobo pada 1989 sebagai karyawan di PT Dieng Djaya, sebuah pabrik makanan olahan jamur. Memasuki tahun 2000-an, perusahaan tempat dia bekerja mulai limbung.
Pada situasi seperti itu, Trisila mulai berpikir keras demi kelangsungan dapur rumah tangganya. Suami dari Samilah ini lantas mulai belajar mengolah buah khas dataran tinggi Dieng bernama Carica. Buah mirip pepaya ini, ia pelajari menjadi makanan kemasan. Hingga akhirnya, pada 2001, Trisila mulai memproduksi makanan carica kemasan kecil, sembari tetap bekerja di PT Dieng Djaya.
Melihat prospek pasar yang cerah, pada 2003, Trisila resmi keluar dari perusahaan tempat bekerja karena pailit. Dia melakukan berbagai observasi untuk memastikan produk Caricanya layak dan laku di pasaran, melalui bendera PT Yuasafood Berkah Makmur miliknya. “Saya melakukan penelitian terhadap buah Carica, dari mengenali tekstur buahnya, kesaman, sampai kandungan gizinya dan belajar mengemas.”
Awalnya, Trisila hanya mengunakan alat seadanya dalam memproduksi Carica. Lambat laun, produknya disukai pasar. Meroketnya industri wisata di Wonosobo, memberikan berkah. Banyak wisatawan menempatkan carica olahan menjadi buah tangan oleh-oleh khas Wonosobo. “Saat ini, saya sudah bisa memproduksi rata-rata satu bulan 5000 cup.”
Produksi Yuasafood saat ini laris manis. Ayah dua anak ini pun namanya semakin melambung. Dia kerap diundang menjadi motivator bagi pelaku UMKM pemula. Bahkan, pabrik tempat produksinya, disiapkan sebagai sarana pembelajaran. “Saya dengan senang hati membagi ilmu kepada siapa saja,” kata ayah dari Amelia Nabilla dan Luthfia Nabilla ini.
Kesuksesan yang diraih, membuatnya melebarkan sayap bisnis ke wilayah Banjarnegara. Di sana, Trisila mendirikan perusahaan serupa. Bahkan, saat ini memiliki PT BAMS sebagai pabrik pengemasan pengalengan. “Mulai 2016, kami ekspor Carica ke Prancis.”
Menariknya, dalam membesarkan perusahaan, Trisila tidak melupakan kawan kerjanya dulu. Sebagian besar pekerjanya, bahkan kawan senasib ketika bekerja di PT Dieng Djaya. Selain memproduksi Carica, Trisila kini memperoduksi berbagai makanan olahan lain. Di antaranya, cabai khas Dieng menjadi manisan. (ali/isk)