Assalamu’alaikum Bapak DR. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag di Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh  Allah swt. Saya ingin bertanya, saat kita berpuasa tetapi kita membersihkan hidung memakai jari dan membersihkan telinga menggunakan cuttonbat apakah puasa kita menjadi batal ? terima kasih atas penjelasan dan jawaban bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullah

Rusman 085867471242

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Bapak Rusman yang saya hormati dan juga dirahmati Allah swt. Puasa adalah salah satu ibadah yang memiliki keutamaan dalam Islam. Dimana umat Islam diajarkan untuk melatih diri melalui ibadah puasa. Baik pelatihan diri yang berupa lahir, seperti menahan dahaga dan lapar, maupun latihan yang bersifat batin, seperti menjaga hawa nafsu dan menghindarkan hati dari sifat-sifat tercela.

Pada dasarnya puasa bisa menjadi batal apabila ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh kita melalui lubang-lubang pada tubuh semisal mulut, hidung, telinga, anus, maupun kemaluan. Dan kaitannya dengan ngupil ataupun korek kuping, ini yang mesti kita perhatikan.

Dalam hal ini, ngupil dibedakan menjadi dua. Ada yang masih dalam tahap biasa, yakni ngupil yang tidak sampai ke dalam rongga hidung, ini tidak membatalkan puasa. Ada pula ngupil yang terlalu dalam hingga benda yang dimasukkan ke hidung masuk pada bagian rongga hidung. Maka hal ini membatalkan puasa apabila dilakukan dengan sadar dan disengaja. Sebab bila kita ngupil kuping dalam keadaan tidak sadar dan tidak disengaja maka hal ini tidak menjadi persoalan.

Sementara untuk korek kuping bisa membatalkan puasa jika memasukkan sesuatu ke dalam telinga terlalu dalam. Ukuran dalamya adalah bagian dalam telinga yang tidak bisa dijangkau oleh jari kelingking saat kita membersihkan telinga. Jadi memasukkan sesuatu ke bagian yang masih bisa dijangkau oleh jari kelingking kita hal itu tidak membatalkan puasa baik yang kita masukkan itu adalah jari tangan kita atau yang lainnya. Akan tetapi kalau kita memasukkan sesuatu melebihi dari bagian yang dijangkau jemari kita, maka hal itu membatalkan puasa.

Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz dalam kitab Fath al-Mu’in menerangkan bahwa batal puasa disebabkan masuknya benda ‘ain (yang jelas, dapat dilihat) sekalipun hanya sedikit ke dalam (bagian) yang disebut jauf; rongga dalam.

Ini adalah pendapat kebanyakan para ulama. Dan ada pendapat yang berbeda yaitu pendapat yang diambil oleh Imam Malik dan Imam Ghozali dari madzhab Syafi’i bahwa memasukkan sesuatu ke dalam telinga tidak membatalkan, akan tetapi lebih baik dan lebih aman jika tetap mengikuti pendapat kebanyakan para ulama, yaitu pendapat yang mengatakan memasukkan sesuatu ke lubang telinga atau hidung adalah membatalkan puasa.

Demikian jawaban yang dapat saya sampaikan semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. Wallahu a’lam bishshowab. (*/smu)