Denty Eka Widy Pratiwi SE, MH, Anggota DPD RI
Denty Eka Widy Pratiwi SE, MH, Anggota DPD RI
Denty Eka Widy Pratiwi, angggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah, getol menyosialisasikan potensi lokal yang ada di wilayah Jawa Tengah. DPD RI menginisiasi penyusunan Rancangan UU Ekonomi Kreatif. Nantinya, setelah selesai disusun, bersama-sama DPR RI dan Kementerian terkait, akan dilakukan pembahasan hingga lahirnya UU tentang Ekonomi Kreatif.
“Segala bentuk usaha, aktivitas dan kreativitas yang dapat mendatangkan nilai ekonomi, mempunyai regulasi tersendiri berupa UU dan regulasi di bawahnya yang menjadi legal formal dalam mendorong segala bentuk usaha ekonomi kreatif dapat tumbuh kembang dengan baik,” beber Denty.
Alumnus Magister Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menuturkan, kegiatan ekonomi kreatif harus punya satu goal yang jelas. Contohnya, kegiatan advertising, bagaimana sebuah produk kuliner, fashion, kerajinan dan sebaginya, dapat dikenal masyarakat melalui sebuah advertising yang menarik, sehingga masyarakat tertarik untuk mengonsumsinya.
“Jawa Tengah mempunyai banyak potensi lokal yang dapat digali. Tinggal bagaimana sentuhan kreativitas dan seni, sehingga sebuah produk tampil lebih menarik,” ungkapnya.
Ibu tiga putri yang bersuamikan seorang PNS di lingkungan Pemkab Temanggung ini meminta masyarakat—utamanya generasi muda—untuk aktif berkreativitas dan memunculkan potensi lokal daerah yang dimilikinya. “Berbekal ilmu pengetahuan dari berbagai macam disiplin ilmu, diharapkan bisa mengolah potensi yang ada, sehingga layak jual dan bisa bersaing dipasar global.”
Senator yang pernah berkiprah sebagai Ketua TP PKK Kecamatan di wilayah Kabupaten Temanggung ini membeber, 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, memiliki produk unggulan tersendiri. Seperti batik pada masing-masing daerah yang memiliki corak tersendiri. Semisal, motif tembakau di Temanggung, daun jati dan barong Blora, dan kain troso Jepara. Selain batik, banyak pula dijumpai kuliner yang bervariasi. Misalnya saja, tiwul, getuk ireng, capeng, dodol tjemani, gula semut, pisang greget, dawet ayu, dan lainnya.
Sedangkan di bidang kesenian, Denty pernah menyaksikan pentas drumblek (seperti drum band tetapi alat musiknya dari blek alias kaleng) di Dusun Banyusodo, Tanduk, Ampel Boyolali. “Agar semua potensi lokal dapat tumbuh kembang dengan baik, perlu dukungan pemerintah daerah melalui kepala daerah dengan regulasinya. Agar potensi yang ada bisa dipakai atau dikonsumsi masyarakat di lingkungan daerah tersebut. Contohnya, batik Banyumas dipakai sebagai seragam para PNS di Banyumas.”
Senator dua periode sejak 2009 itu sangat tertarik dengan potensi alam yang ada di Jawa Tengah. Untuk itu, Denty kerap mengadakan berbagai even di alam terbuka, sekaligus mempromosikan wisata tersebut. Seperti wisata tree top Watu Layah di Tlogopucang, Temanggung, hutan pinus dan punthuk setumbu di Kabupaten Magelang dan Gunung Kunir di Purworejo. “Saya mengajak masyarakat Jateng untuk belanja ke Pasar Rakyat. Supaya ekonomi kreatif di Jateng kian tumbuh.” (san/isk)