33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Menggerakkan Ekonomi Kreatif

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Denty Eka Widy Pratiwi SE, MH, Anggota DPD RI

Denty Eka Widy Pratiwi, angggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah, getol menyosialisasikan potensi lokal yang ada di wilayah Jawa Tengah. DPD RI menginisiasi penyusunan Rancangan UU Ekonomi Kreatif. Nantinya, setelah selesai disusun, bersama-sama DPR RI dan Kementerian terkait, akan dilakukan pembahasan hingga lahirnya UU tentang Ekonomi Kreatif.
“Segala bentuk usaha, aktivitas dan kreativitas yang dapat mendatangkan nilai ekonomi, mempunyai regulasi tersendiri berupa UU dan regulasi di bawahnya yang menjadi legal formal dalam mendorong segala bentuk usaha ekonomi kreatif dapat tumbuh kembang dengan baik,” beber Denty.
Alumnus Magister Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menuturkan, kegiatan ekonomi kreatif harus punya satu goal yang jelas. Contohnya, kegiatan advertising, bagaimana sebuah produk kuliner, fashion, kerajinan dan sebaginya, dapat dikenal masyarakat melalui sebuah advertising yang menarik, sehingga masyarakat tertarik untuk mengonsumsinya.
“Jawa Tengah mempunyai banyak potensi lokal yang dapat digali. Tinggal bagaimana sentuhan kreativitas dan seni, sehingga sebuah produk tampil lebih menarik,” ungkapnya.
Ibu tiga putri yang bersuamikan seorang PNS di lingkungan Pemkab Temanggung ini meminta masyarakat—utamanya generasi muda—untuk aktif berkreativitas dan memunculkan potensi lokal daerah yang dimilikinya. “Berbekal ilmu pengetahuan dari berbagai macam disiplin ilmu, diharapkan bisa mengolah potensi yang ada, sehingga layak jual dan bisa bersaing dipasar global.”
Senator yang pernah berkiprah sebagai Ketua TP PKK Kecamatan di wilayah Kabupaten Temanggung ini membeber, 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, memiliki produk unggulan tersendiri. Seperti batik pada masing-masing daerah yang memiliki corak tersendiri. Semisal, motif tembakau di Temanggung, daun jati dan barong Blora, dan kain troso Jepara. Selain batik, banyak pula dijumpai kuliner yang bervariasi. Misalnya saja, tiwul, getuk ireng, capeng, dodol tjemani, gula semut, pisang greget, dawet ayu, dan lainnya.
Sedangkan di bidang kesenian, Denty pernah menyaksikan pentas drumblek (seperti drum band tetapi alat musiknya dari blek alias kaleng) di Dusun Banyusodo, Tanduk, Ampel Boyolali. “Agar semua potensi lokal dapat tumbuh kembang dengan baik, perlu dukungan pemerintah daerah melalui kepala daerah dengan regulasinya. Agar potensi yang ada bisa dipakai atau dikonsumsi masyarakat di lingkungan daerah tersebut. Contohnya, batik Banyumas dipakai sebagai seragam para PNS di Banyumas.”
Senator dua periode sejak 2009 itu sangat tertarik dengan potensi alam yang ada di Jawa Tengah. Untuk itu, Denty kerap mengadakan berbagai even di alam terbuka, sekaligus mempromosikan wisata tersebut. Seperti wisata tree top Watu Layah di Tlogopucang, Temanggung, hutan pinus dan punthuk setumbu di Kabupaten Magelang dan Gunung Kunir di Purworejo. “Saya mengajak masyarakat Jateng untuk belanja ke Pasar Rakyat. Supaya ekonomi kreatif di Jateng kian tumbuh.” (san/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Portal Rel KA Desa Gebang Dibongkar Warga

KENDAL—Setelah ditutup oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub), akses jalan pintu perlintasan (JPL) rel kereta api (KA) di Dukuh Brogo Desa Gebang, Kecamatan Gemuh akhirnya dibongkar...

Siswa Smuki Berkesempatan Belajar ke Jerman

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Empat pelajar dari SMA Kristen 1 Salatiga (Smuki)  berkesempatan mengikuti pengalaman belajar di Hamburg, Jerman selama dua puluh hari. Mereka akan...

Ida Fauziyah Dampingi Pak Dirman

RADARSEMARANG.COM - PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) akhirnya bergabung dengan koalisi Gerindra, PAN, dan PKS dalam Pilkada Jateng 2018. Partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu mengajukan...

Empat Penjudi Ceki Diringkus

PURWOREJO—Empat pelaku judi kartu ceki ditangkap petugas Polsek Kutuarjo. Keempatnya digerebek ketika asyik berjudi di rumah salah satu pelaku di Desa Tursino, Kecamatan Kutoarjo,...

Biar Aman

Wakapolres Wonosobo Kompol Umi Mariati menyerahkan bantuan helm kepada anak-anak yang melintas dengan orang tuanya di perempatan Taman Plaza Wonosobo, Selasa (22/8). Polisi terus...

Komisi D akan Tinjau Kenaikan Tarif RSUD

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Komisi D DPRD Kendal akan mengkaji ulang kenaikan tarif layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewondo Kendal. Apakah kenaikan tersebut, memberatkan...