Jangan Hanya Menggunakan Jalur Tol

401
MUDIK SELAMAT: Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso dalam Diskusi ”Mudik Selamat” yang digelar Setwan DPRD Jateng di Hotel Gets Semarang, kemarin. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MUDIK SELAMAT: Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso dalam Diskusi ”Mudik Selamat” yang digelar Setwan DPRD Jateng di Hotel Gets Semarang, kemarin. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – DPRD mengimbau agar pemudik Jateng tidak hanya terfokus untuk melintas di jalur tol. Sebab, infrastruktur Jateng sudah bagus dan lebar baik jalur Pantura, Jalur Tengah maupun Jalan Selatan. Langkah itu juga sebagai salah satu antisipasi agar tidak terjadi kemacetan padat seperti yang terjadi saat mudik tahun lalu.

”Kami berharap jangan hanya fokus di jalur tol, karena di Jateng semua infrastruktur sudah bagus,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso dalam Diskusi Mudik Selamat yang digelar Setwan DPRD Jateng di Hotel Gets Semarang, kemarin.

Ia meminta pemprov melakukan persiapan untuk menyambut pemudik di Jateng. Untuk masalah jalan memang sudah bagus. Baik jalur Pantura, Jalur Tengah dan Jalur Selatan Jateng. Tetapi ada beberapa hal yang harus diwaspadai seperti masih minimnya penerangan dan rambu lalu lintas. ”Ini harus menjadi perhatian, karena rambu jalan dan penerang jalan sangat penting bagi pemudik,” ujarnya.

Dewan juga mengapresiasi langkah pemerintah yang memastikan untuk bisa menggunakan tol fungsional yang menghubungkan ruas Brebes Timur-Weleri dan Kaliwungu hingga Ngaliyan. Sebab, ruas tol sudah dibeton dengan ketebalan 10 sentimeter. Tetapi tetap menjadi catatan pembuatan jalan baru ini menelan anggaran hingga Rp 73 miliar, hanya untuk operasional selama 20 hari selama arus balik-mudik. ”Habis itu nanti dibongkar lagi, sebenarnya jelas ini keputusan yang mahal. Dan ini membuktikan jika mudik mahal,” tambahnya.

Kabid Lalu Lintas Dishub Jateng, Agus Sasmita mengatakan, pemprov sudah melakukan berbagai persiapan dalam menyambut pemudik. Bahkan, tol Brebes Timur-Weleri sudah bisa digunakan, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Meski begitu, nanti akan dilakukan rekayasa jalan dan hanya untuk digunakan dari arah barat ke timur saat arus mudik. ”Persiapan sudah matang, dan kami sudah siap untuk menyambut pemudik di Jateng,” katanya.

Ia menambahkan, pemprov terus meningkatkan kualitas dan infrastruktur jalan. Untuk mempermudah pemudik, pemprov juga sudah menggunakan aplikasi waze yang bisa memantau arus lalu lintas sepanjang arus mudik dan balik. Masyarakat juga bisa menggunakan dan bisa memantau langsung kondisi arus lalu lintas di Jateng. ”Kami juga menyiapkan posko terpadu di beberapa titik yang sudah ditentukan,” tambahnya.

Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Jateng, AKBP Pungki Santoso mengaku, Polda Jateng sudah melakukan berbagai antisipasi dan rekayasa arus lalu lintas selama arus mudik-balik. Pasar tumpah, persimpangan dan 11 exit tol cadangan di sepanjang jalur tol Brebes Timur-Weleri menjadi perhatian untuk mengurangi kemacetan di jalur tol. Selain itu, setidaknya ada sebanyak 11 ribu personel gabungan yang akan diturunkan dalam pengamanan Lebaran. ”Rekayasa sudah kami siapkan, tergantung nanti kondisi di lapangan seperti apa,” katanya. (fth/adv/ric/ce1)