Beraksi 8 Kali, Diringkus di Temanggung

691
DIMINTAI KETERANGAN: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat memintai keterangan pelaku, dalam gelar perkara di Mapolrestabes, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
DIMINTAI KETERANGAN: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat memintai keterangan pelaku, dalam gelar perkara di Mapolrestabes, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Dua pelaku pencurian dengan modus pecah kaca mobil diringkus aparat Polrestabes Semarang. Pelaku kelompok asal Maluku ini telah beraksi sebanyak 8 kali di Kota Semarang. Usai melakukan aksi kejahatannya, pelaku langsung kembali di persembunyiannya di daerah Temanggung.

Tersangka bernama Ruslim Husein, 32, warga Desa Toweka, Kelurahan Galela, Kecamatan Galela dan Hamanur Badarudin, 32, warga Lamahajojo, Kelurahan Barataku, Kecamatan Galela. Keduanya satu wilayah dari Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

Keduanya diringkus di daerah Bengkal RT 02 RW 01, Kelurahan Bengkal, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Sabtu (3/6). Saat penangkapan, petugas terpaksa melepaskan tembakan di masing-masing kaki pelaku lantaran berusaha melarikan diri.

Para pelaku ini terakhir beraksi di depan sebuah bengkel mobil Sinar Barito Jalan Majapahit, Kecamatan Gayamsari, Senin (22/5) kemarin. Memecah kaca mobil milik Hasin Setiawan, 48, seorang anggota Polri, warga Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Keduanya berhasil mengambil tas berisi uang Rp 5 juta.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menjelaskan, sebelum menjalankan aksinya, pelaku mencari sasaran dengan mengendarai sepeda motor Honda Sonic bernopol AB 3491 UD. ”Setelah mendapat sasaran, pelaku kemudian melihat dari balik kaca mobil korbannya. Apabila di dalam mobil ada barang berharga, pelaku langsung memecah kaca dan mengambil barangnya,” terangnya.

Pelaku mengakui telah melakukan sebanyak 8 aksi kejahatan serupa di wilayah Kota Semarang. Antara lain di Jalan Setiabudi, Jalan Brigjen Sudiarto, Jalan Pamularsih, Jalan Ngalian, Jalan Kalipancur, Jalan Majapahit, dan Jalan Medoho dua kali dan terakhir di Jalan Majapahit.

”Aksi itu sudah dilakukan sejak bulan April 2017, modusnya sama. Ini jaringan Maluku, setelah dapat barang curian kemudian dikirim ke Maluku. Apabila hasil aksi kejahatan berupa uang langsung dibagi rata (berdua),” katanya.

Sebelum tinggal di sebuah kos di daerah Temanggung, para pelaku ini juga pernah bertempat tinggal di Jogjakarta. ”Mereka berangkat dari Temanggung ke Semarang untuk menjalankan aksinya. Setelah mendapatkan hasil, kemudian mereka kembali lagi di Temanggung,” jelasnya.

Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan motor Honda Sonic AB 3491 Du, uang senilai Rp 4 juta, dua ponsel, dua helm, dan dua jaket. Tersangka bakal dikenakan pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (mha/zal/ce1)