33 C
Semarang
Sabtu, 6 Juni 2020

Temukan Distributor Nakal, Jual Gula Langgar HET

Produsen dan Distributor Nakal Bakal Disanksi

Another

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Staf Khusus Kementerian Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan Eva Yuliana, geram mendapati adanya distributor yang menjual gula kemasan tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Praktik distributor nakal tersebut diketahui saat dilakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pokok di Relokasi Pasar Johar Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Kota Semarang, Minggu pagi (4/6) kemarin.

Diketahui, gula kemasan merek Gulaku dari distributor dijual ke pedagang seharga Rp 14.271 per kilogram. Kemudian, pedagang menjual ke pembeli di Pasar Johar seharga antara Rp 14.500 hingga Rp 15.000. Padahal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, harga gula kemasan Rp 12.500 per kilogram.

Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi terkejut, kemudian menanyakan kepada kepada pedagang, mengenai siapa distributor yang menjual gula kemasan tidak sesuai HET tersebut. Ia juga meminta nota pembelian distributor dari salah satu pedagang bernama Hera. ”Siapa distributornya? Akan segera kami beri teguran,” kata Hendi.

Hal itu menjadi temuan bahwa diketahui ada distributor yang menjual gula kemasan tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah, yakni Kementerian Perdagangan. ”Ada beberapa hal yang menjadi perhatian, salah satunya stok dan harga komoditi,” katanya.

Meski ada temuan pelanggaran di produk gula kemasan, tapi secara umum, suplai bahan makanan di Kota Semarang cenderung normal dan baik. Harga sejumlah komoditas terbilang konstan, bahkan harga beberapa komoditas ada yang turun. ”Cabai relatif turun, bawang merah stabil, secara umum oke,” katanya.

Salah satu pedagang, Hera, mengaku menjual produk gula kemasan Gulaku di atas batas aturan pemerintah karena harga dari distributor sudah tinggi, yakni seharga Rp 14.271 per kilogram. ”Saya menjual ke konsumen Rp 14.500 hingga 15.000,” kata dia. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

More Articles Like This

Must Read

Kumpulkan Donasi untuk Bantu Sesama

Organisasi Agus Agus Bersaudara Indonesia (AABI) Cabang Wonosobo intens menunjukkan eksistensinya dalam kegiatan sosial kemanusiaan. Seperti apa? SUMALI IBNU CHAMID SETELAH beberapa waktu lalu menyantuni seorang...

Puluhan Penyandang Risiko Sosial Terima Bantuan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 86 penyandang risiko sosial memperoleh bantuan dari Pemkab Semarang. Kepala Dinas Sosial, Gunadi menjelaskan semua penerima bantuan tersebut termasuk kategori...

40 Guru Dilatih Menulis Artikel Populer

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN-Sebanyak 40 guru SMA negeri di Kabupaten Semarang mengikuti In House Training (IHT) Program Sekolah Rujukan 2018 yang digelar di SMA Negeri 1...

Musthofa Tawadu dengan Ulama sejak Kecil

PEKALONGAN- Sudah menjadi rahasia umum bila Bupati Kudus H Musthofa seorang kepala daerah yang sangat dekat dengan ulama. Bahkan lebih dari itu, bupati dua...

Rambut Bob Bertekstur Kembali In

Dengan bergantinya tahun, mode dan tren pun ikut berubah. Tak terkecuali tren dan mode make up dan potongan rambut. Jika tahun lalu marak warna-warna...

Empat Hari Belum Surut

SEMARANG - Kondisi Terminal Terboyo semakin memprihatinkan. Hingga saat ini masih berhadapan dengan persoalan banjir dan rob. Sebagaimana empat hari terakhir, kawasan Jalan Kaligawe,...