Puasa dan Ketahanan Sosial

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

PUASA dan ketahanan sosial merupakan dua variabel yang berbeda, namun memiliki relasi yang saling berkait. Kaitan relasi antara dua variabel tersebut akan tampak gamblang ketika kita mengelaborasi lebih dalam soal pemaknaan puasa. Sebagaimana dimaklumi, secara etimologis puasa (shiyam atau shoum) berarti menahan diri dari melakukan sesuatu (al-imsak ‘an asy-syai’) dan secara terminologis berarti menahan diri untuk tidak makan, minum dan senggama dari fajar hingga terbenamnya matahari selama bulan Ramadan.

Pemaknaan secara etimologis dan terminologis tersebut menyiratkan arah dan maksud disyari’atkan dan diwajibkannya puasa bagi umat Islam. Pensyari’atan puasa tentu tidak sekedar hanya dimaksudkan agar umat Islam menahan diri dari rasa lapar, dahaga dan desakan nafsu birahi pada siang hari di Bulan Ramadlan. Menahan diri dari tiga hal tersebut hanya bentuk pengendalian diri yang paling minimal bagi orang yang berpuasa. Lebih dari  itu, puasa disyari’atkan  agar umat Islam baik pada level personal maupun komunal menjadi figur-figur yang bertakwa. Orang yang bertakwa akan senantiasa melaksanakan segala hal yang diperintahkan oleh Allah dan meninggalkan apapun yang dilarang-Nya. Orang yang bertakwa akan senantiasa berhati-hati dalam mengambil keputusan baik yang menyangkut dirinya sendiri maupun orang lain. Segala tindakan yang dilakukannya akan senantiasa dia pertimbangkan dari sisi maslahat dan mafsadatnya bagi diri sendiri maupun orang lain.

Pada level personal, seseorang yang berpuasa dengan benar akan memiliki kepribadian yang matang dan senantiasa mampu menahan diri dari  melakukan tindakan-tindakan destruktif yang merugikan orang lain. Ia tidak akan mudah melakukan tindakan intimidasi atau aksi persekusi terhadap orang lain. Ia juga tidak akan gampang terprovokasi oleh hasutan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -