Pentingnya Pelajaran Sejarah

1092
Oleh : Dra Ida Fitri Suryani *)
Oleh : Dra Ida Fitri Suryani *)

SEBAGAI guru sejarah, penulis merasa prihatin dengan kondisi saat ini. Keprihatinan itu bermula dari kabar akan dipangkasnya pelajaran sejarah di SMK. Pelajaran sejarah hanya akan diberikan di kelas X. Padahal jika melihat kondisi saat ini, nasionalisme di kalangan anak muda mulai meluntur dan pemahaman tentang sejarah bangsa sudah mulai berkurang. Banyak anak muda yang lupa sejarah bangsa ini. Saat ini, anak-anak muda ditanya tentang sejarah bangsanya yang paling sederhana saja kadang masih bingung.

Seharusnya pemerintah membiarkan pembelajaran sejarah seperti saat ini, di kelas X ada dua jam, kelas XI dua jam dan kelas XII dua jam. Sudah sangat tepat untuk membuat anak muda atau siswa paham dengan sejarah atau masa lalu bangsanya. Untuk apa? Agar anak muda atau generasi muda belajar tentang hal yang pernah terjadi, kemudian diambil sebagai pembelajaran agar tidak mengulang kesalahan dimasa lampau.

Yang terpenting lagi adalah agar anak muda menjadi orang yang bijaksana. Hanya orang-orang yang mau belajar dari masa lalulah yang nantinya akan menjadi bijaksana dan berhati-hati mengambil sikap. Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar, kalau mau belajar dengan sejarah bangsanya.

Dan hal ini harus diketahui anak muda sebagai penerus bangsa, jangan sampai anak muda tidak tahu sejarah bangsanya sendiri.

Tetapi kenapa dan alasannya apa kok pelajaran sejarah jamnya dikurangi?

Karena itu, analisis penulis, belum saatnya pelajaran sejarah dipangkas begitu saja, masih ada banyak hal yang harus dipahamkan kepada anak muda. Justru semestinya pelajaran sejarah dipadatkan, dibagi berdasarkan periodesasinya. Dengan harapan, anak-anak muda mengerti akan peristiwa demi peristiwa di negeri ini dengan jelas dan urut, sehingga akan menjadi pengetahuan yang penting bagi anak muda.

Anak muda akan menjadi tahu proses negara ini berdiri hingga sekarang. Negara ini berdiri diawali dengan proses yang panjang. Berbagai asimilasi dan akulturasi pernah terjadi. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa bangsa kita adalah bangsa yang sudah berinteraksi dengan negara lain. Dengan interaksi itu, akhirnya terjadi asimilasi, akulturasi, difusi dan lain-lain. Hal itu membuat bangsa kita semakin kaya akan keberagaman, pada akhirnya menumbuhkan toleransi.

Masalah toleransi di negara kita sudah ada sejak dulu. Maka pada zaman Majapahit sudah ada semboyan bhinneka tanha dharma mangruwa, berbeda beda tapi tetap satu. Semboyan ini diambil dari kitab-kitab kuno zaman dulu yang ditulis oleh mpu mpu yang hidup saat Majapahit berjaya. Masalah seperti ini harus disampaikan kepada anak muda, agar rasa nasionalisme semakin menebal, sehingga membangkitkian rasa cinta pada bangsa dan negara yang mendalam. Dengan begitu, tidak akan mudah terhasut dan terpengaruh dari luar. Inilah alasan penulis tidak setuju pelajaran sejarah di sekolah dipangkas atau dikurangi, apalagi di level atau tingkat SMK / SMA.

Apa yang penulis sampaikan baru sebagian kecil. Ada banyak contoh peristiwa sejarah yang lain yang semakin memupuk tolerasi dan nasionalisme. Kalau kita melihat peristiwa menjelang proklamasi, kita akan tahu betapa pentingnya peran anak muda saat itu dalam persiapan kemerdekaan kita. Juga kita akan mengetahui bangsa kita didirikan dengan tetesan darah dan keringat, dengan demikian anak muda akan berpikir ulang andai kata akan berbuat yang tidak-tidak. Bahkan, kemungkinan terjadi tawuran dan keributan yang lain, akan berkurang andai kata kesadaran belajar sejarah ditanamkan sejak awal.

Bagaimana mungkin kondisi seperti ini sejarah dikurangi? Dimana anak muda siswa sekolah masih membutuhkan pemahaman akan sejarah bangsanya. Masih perlu motivasi dari cerita tokoh dimasa lampau dari negeri ini, kami membutuhkan solusi yang terbaik dari pemerintah.

Bapak dan ibu pemegang kebijakan, ini yang kami rasakan sebagai guru sejarah, siswa kami kelihatan sekali masih membutuhkan ilmu ini. Walau menurut sebagian orang, ilmu sejarah ilmu yang sederhana. Tapi kandungan nilai ilmu sejarah sangat penuh makna dan hikmah, yang akan memacu semangat untuk mencontoh tokoh di masa lalu, untuk belajar hikmah dari suatu peristiwa, dan kemudian dijadikan landasan berfikir untuk melengkang ke masa depan agar lebih baik.

Sejarah adalah ilmu yang membuka wawasan kita, agar mengerti tentang hidup dan kehidupan. Apabila semua orang di muka bumi mau belajar sejarah, tidak akan pernah ada kesalahan yang dilakukan sampai dua kali. Mohon perhatian Bapak dan Ibu pemegang kebijakan untuk sejenak merenungkan hal ini agar anak muda bangsa menjadi lebih baik dan bangsa kita semakin berjaya. (*/aro)