Perlintasan KAI Perlu Perbaikan

537
SIAP MUDIK: Dishub dan Polres Kendal melakukan pengecekan terhadap kondisi jalan pintu perlintasan KAI di Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP MUDIK: Dishub dan Polres Kendal melakukan pengecekan terhadap kondisi jalan pintu perlintasan KAI di Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal mengecek kondisi rel kereta api untuk kesiapan arus mudik Lebaran 2017. Pengecekan dilakukan bersama Polres Kendal dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Rel yang dicek, mulai dari Kaliwungu-Weleri.

Dalam pengecekan, ditemukan kondisi rel yang sedikit miring atau tidak membentang lurus dengan jalan utama. Kondisi tersebut tentu saja membahayakan pengguna jalan yang melintas di palang pintu perlintasan.

“Kami dari Dinas Perhubungan dan Polres Kendal beberapa waktu lalu sudah melayangkan surat ke PT KAI. Intinya, minta agar jalan diperbaiki. Surat kami langsung direspon dengan langsung dilakukan perbaikan,” kata Kepala Disbub, Mohammad Toha, Jumat (2/6) kemarin.

Toha mengatakan, jumlah perlintasan rel kereta api yang berada di jalur utama Pantura Kendal terdapat di dua lokasi. Yakni perlintasan Kaliwungu dan perlintasan Weleri. Kondisi kedua perlintasan cukup bagus dan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan nyaman.

Ia mengakui, kondisi jalan aspal di perlintasan Kaliwungu aspalnya kerap mengelupas. Selain itu, terdapat beda ketinggian antara rel dengan aspal. Hal tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan ketika melintas. “Makanya, kami minta agar segera diperbaiki,” tandasnya.

Untuk kondisi umum rel KAI di Kendal diakuinya dalam kondisi bagus. Hanya beberapa jalan pintu perlintasan KAI yang memang butuh perhatian untuk perbaikan. “Sudah diperbaiki jalannya, tapi masih terdapat kekurangan pengaspalan, terutama di sudut-sudut jalan yang bisa membahayakan sepeda motor maupun becak,” jelasnya.

Meski jalan pintu perlintasan KAI sudah aman untuk dilintas, namun ia mengimbau kepada para pengguna pengguna jalan, terutama roda dua untuk berhati-hati. Jika memang memungkinkan, akan lebih baik jika pengendara roda dua melalui jalur lingkar Kaliwungu atau Jalan Arteri Soekarno-Hatta.

Kasat Lantas AKP Edi Sutrisno menambahkan bahwa kondisi infrastruktur jalan di Kendal untuk arus mudik/balik sudah siap dilalui. Polisi bersama instansi terkait juga menyiapkan rekayasa lalu lintas dan sejumlah jalur alternatif. “Rekayasa maupun jalur alternatif disiapkan untuk mengantisipasi bila terjadi kemacetan. Nantinya juga akan dibangun pos pelayanan dan pos pengamanan selama H-7 hingga H+7 lebaran 2017,” tuturnya.

Pos pelayanan dan pos pengamanan selain sebagai pemantauan juga bisa digunakan tempat istirahat bagi pemudik. “Kami akan menyediakan rest area, sehingga pemudik bisa beristirahat. Jika lelah jangan dipaksakan untuk naik kendaraan, beristirahat sebentar untuk mengurangi risiko kecelakaan,” paparnya.

Kabid Bina Marga pada DPUPR, Juni Isyanta, mengatakan bahwa kondisi jalan di Kabupaten Kendal saat ini sekitar 63 persen dalam kondisi baik. Khusus di jalur utama pantura mulai dari perbatasan Kendal-Batang di Weleri hingga perbatasan Kendal-Kota Semarang di Kaliwungu kondisinya 90 persen sangat baik.

“Untuk Kendal, 90 persen jalan pantura yang akan digunakan untuk jalur mudik dalam kondisi baik. Kami berharap arus mudik maupun arus balik bisa berjalan lancar. Untuk jalur alternatif, saat ini sedang dalam tahap perbaikan, semoga bisa selesai sebelum lebaran,” harapnya. (bud/ida)