Peradi Pertanyakan Kasus Korupsi Mandek

601
ADVOKAT: Pengurus Peradi Semarang pimpinan Theodorus Yosep Parera saat pelantikan. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
ADVOKAT: Pengurus Peradi Semarang pimpinan Theodorus Yosep Parera saat pelantikan. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang pimpinan Theodorus Yosep Parera mengirim surat permintaan klarifikasi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, terkait kasus dugaan korupsi proyek jalan di Blora tahun anggaran 2012-2013, yang dikerjakan oleh PT Sinar Utama Karya.

”Ada masyarakat yang melapor ke Peradi terkait penanganan perkara itu, mereka menyampaikan kasusnya sudah menetapkan tersangka berinisial SO selaku pimpinan pelaksana proyek, bahkan berkas perkaranya sudah dinyatakan P21 (lengkap, Red) tinggal menunggu dilimpahkan ke pengadilan, tapi sampai saat ini belum ada kelanjutannya,” kata Yosep Parera didampingi sejumlah pengurusnya, Jumat (2/6).

Dari informasi yang diperolehnya, pihak Kejari Blora belum berkoordinasi dengan Kejati Jateng untuk menaikkan status perkara tersebut ke persidangan. Untuk itu, pihaknya perlu berkirim surat ke kejati dengan tujuan untuk melakukan klarifikasi, sehingga perkaranya bisa terang benerang tanpa ditutup-tutupi.

”Nanti supaya tidak terkesan pilih-pilih kasus, jadi dalam klarifikasi itu bisa disampaikan secara gamblang, kalau memang dihentikan alasannya apa, publik juga biar paham. Bagaimanapun, tugas advokat juga melakukan penegakakkan hukum, makanya kita dukung dan klarifikasi maupun mengawal Kejati Jateng selesaikan kasus korupsi ini,” tandasnya.

Menanggapi perkara tersebut, Kasi Penkum Kejati Jateng, Sugeng Riyadi saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang mengaku belum mengetahui kasusnya. ”Saya malah belum paham kasusnya, tapi coba saya tanyakan dulu ke bagian pidana khusus (Pidsus),” kata Sugeng singkat. (jks/zal/ce1)