Harga Sayur Naik, Wakil Bupati Sidak Pasar

1382
SIDAK PASAR : Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, saat melakukan sidak di Pasar Doro, melakukan dialog dengan pedagang sayur mayur yang mengeluhkan adanya kenaikan harga. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK PASAR : Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, saat melakukan sidak di Pasar Doro, melakukan dialog dengan pedagang sayur mayur yang mengeluhkan adanya kenaikan harga. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Sepekan Ramadan, beberapa harga sayur mayur di pasar tradisional Kabupaten Pekalongan, seperti Pasar Bojong, Doro, Kedungwuni dan Wiradesa, mulai naik 40 hingga 50 persen dari harga sebelum Ramadan. Seiring dengan meningkatnya permintaan untuk sahur yang tinggi, namun beberapa daerah penghasil sayur justru mengalami gagal panen.

Karena itulah, Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Arini Harimurti, Jumat (2/6) kemarin, melakukan kunjungan mendadak ke beberapa pasar tradisional seperti Pasar Doro dan Pasar Kedungwuni. Sekaligus mendatangi beberapa pedagang sayur mayur dan melakukan dialog kepada para pedagang.

Dalam kesempatan tersebut, Daryatun, 36, pedagang sayuran di Pasar Doro, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sayuran antara 30 hingga 40 persen. Seperti caisin, daun bawang, wortel dan tomat, mengalami kenaikan hingga 40 persen. Seperti harga caisin dari semula Rp 8000 per kilogramnya, naik hingga Rp 11 ribu per kilogramnya.

Kendati begitu, menurutnya, kenaikan harga sayuran tersebut masih wajar, karena pasokan sayuran masih belum stabil. Bahkan ada beberapa sayuran yang kualitasnya menurun, karena mengalami gagal panen. “Untuk sayuran caisin, daun bawang dan tomat, yang paling banyak dicari konsumen dalam seminggu terakhir ini. Harganya naik, karena pasokannya terkadang tidak pasti. Bahkan, barangnya pun kualitasnya terkadang tidak terlalu bagus,” ungkap Daryatun, warga Desa Dororejo, Kecamatan Doro.

Tak hanya itu, Daryatun juga mengadukan soal perbaikan kios di Pasar Doro kepada Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Arini Harimurti. Menurutnya, pedagang menginginkan dilaksanakan secepatnya. Mengingat adanya pembongkaran yang akan dilakukan, sehingga perlu persiapan atau penambahan biaya yang dikeluarkan oleh pedagang.

“Kalau boleh usul, pembangunan atau perbaikan Pasar Doro, jangan terlalu lama. Sebab jika perbaikan pasar terlalu lama dilakukan, banyak pelanggan yang pindah ke pasar lain,” kata Daryatun.

Menanggapi hal tersebut, Wabup Arini bersyukur pasokan barang secara umum tidak ada masalah. “Alhamdulillah pasokan barang tidak ada masalah. Meski ada kenaikan, namun masih dalam tingkat yang wajar. Sehingga tidak membebani dan menurunkan daya beli masyarakat,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Arini juga meninjau secara langsung proses persiapan revitalisasi Pasar Doro, yaitu di blok ikan basah. Karena banyak pedagang ikan yang khawatir, jika revitalisasi pasar dilakukan terlalu lama. “Untuk revitalisasi masih sesuai rencana,” tutur Arini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, KabupatenPekalongan, Teguh Isdaryanto, menegaskan bahwa revitalisasi Pasar Doro akan segera dilaksanakan dan ditargetkan pada Desember 2017 sudah dapat ditempati. Namun demikian, revitalisasi baru bisa dilakukan di blok ikan basah, karena dana yang diperoleh sementara baru Rp 1,7 miliar yang diperoleh dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Adapun untuk blok lain masih menyesuaikan dengan anggaran. “Los dan kios yang direvitalisasi akan cukup menampung 121 pedagang dan direncanakan akan selesai Desember 2017 mendatang,” tegas Teguh. (thd/ida)