Waisak, Tunjukkan Bakti ke Orang Tua

615
RITUAL WAISAK: Umat Buddha menjalani ritual dalam Peringatan Hari Raya Waisak 2571 BE/2017 di Vihara Buddhagaya Watugong, Semarang, kemarin. (Jon Waheed/Jawa Pos Radar Semarang)
RITUAL WAISAK: Umat Buddha menjalani ritual dalam Peringatan Hari Raya Waisak 2571 BE/2017 di Vihara Buddhagaya Watugong, Semarang, kemarin. (Jon Waheed/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Peringatan Hari Raya Waisak 2571 BE/2017 di Vihara Buddhagaya Watugong, Semarang kemarin berlangsung khidmat. Acara dihadiri ratusan umat Buddha dari berbagai daerah di Jateng dengan menghadirkan Biksu Khemantaro. Dalam kesempatan tersebut, umat juga melakukan pelimpahan jasa kepada orang yang dicintainya, seperti kepada orang tua yang sudah meninggal dunia.

”Pelimpahan jasa itu melakukan suatu perbuatan baik atas nama orang yang telah meninggal,” ungkap Biksu Khemantaro dalam pembacaan Dhammanya. Lebih lanjut biksu menjelaskan upacara pelimpahan jasa ini menunjukkan bakti anak kepada orang tua sehingga bermanfaat untuk orang tuanya di alam kelahirannya, juga untuk keluarga yang ditinggalkan.

Dia menambahkan, makna upacara pelimpahan jasa untuk mengingat jasa kebajikan dan nasihat yang telah diucapkan semasa hidupnya. Selain itu untuk mengingat berbagai pesan, niat, maupun cita-cita yang pernah disampaikan.

”Sehingga apabila ada ucapan atau niat yang belum tercapai, dengan upacara pelimpahan jasa ini, setelah diingat, maka pihak keluarga mempunyai kesepakatan dan tekad untuk mewujudkannya,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Vihara Buddhagaya Watugong, Halim Wijaya mengatakan pelaksanaan aturan moralitas Buddhis bagi umat bertujuan untuk memperoleh kedamaian dan ketenangan bagi diri sendiri maupun orang lain. (hid/ric/ce1)