SAFARI DAKWAH: Syaikh Muath Al’amoedi saat berbicara di hadapan siswa SMPIT Izzatul Islam Getasan, Rabu (31/5). (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
SAFARI DAKWAH: Syaikh Muath Al’amoedi saat berbicara di hadapan siswa SMPIT Izzatul Islam Getasan, Rabu (31/5). (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – SMPIT Izzatul Islam Getasan menerima kunjungan Syaikh Muath Al’amoedi yang berasal dari Ramallah, Palestina, Rabu (31/5) di aula sekolah setempat. Kunjungan ini dalam rangka safari dakwah selama bulan Ramadan. Syaikh Muath Al’amoedi didampingi oleh tim dan penerjemah dari lembaga sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Griya Zakat wilayah Semarang.

Di hadapan ratusan siswa SMPIT dan SDIT Izzatul Islam Getasan yang didampingi oleh para guru, Muath yang hafal Alquran sejak usia 13 tahun itu memotivasi peserta yang hadir untuk menjadi muslim yang cerdas dan saleh. Pria yang sedang menempuh program doktorol di Universitas Maroko itu berpesan tiga hal yang harus dikuasai oleh seorang muslim.

“Yang pertama, bahwa seorang muslim harus belajar bahasa Arab. Karena dengan menguasai bahasa Arab, mereka bisa memahami Alquran dengan baik. Sehingga Alquran tidak hanya menjadi bacaan melainkan benar-benar menjadi pedoman bagi seorang muslim dalam meraih kesuksesan di dunia dan akhirat,” terang dia.

Pesan yang kedua seorang muslim juga harus menguasai bahasa Inggris. Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional. Maka untuk bisa mengakses informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan diperlukan penguasaan bahasa Inggris. Yang terakhir, seorang muslim utamanya pelajar harus belajar kembali tentang sejarah kejayaan Islam dari masa Nabi Muhammad sampai Turki Utsmani.

Kepala SMPIT Izzatul Islam Muniroh mengaku senang sekolahnya dijadikan tempat tujuan untuk safari dakwah. “Kami mengaku senang bisa bertemu dengan saudara kami langsung dari Palestina,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penggalangan dana untuk membantu saudara-saudara di Palestina dan terkumpul sejumlah Rp 1.949.000. Dana ini disalurkan lewat lembaga sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT) wilayah Semarang. (sas/ton)