Ratusan Rumah Terendam Banjir Rob

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

KENDAL—Ratusan rumah di Kelurahan Bandengan dan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal dilanda banjir rob setinggi 20-50 senti meter. Praktis kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

Baca Juga : Air Rob Sayung Makin Parah dan Meluas

Ketua RT 9/1 Kelurahan Bandengan, Kiswanto mengatakan bahwa banjir rob yang menggenangi warga sudah terjadi selama empat hari terakhir. “Banjir rob biasa terjadi pada siang hari. Yakni sekitar pukul 13.30-18.00, kemudian banjir rob berangsur-angur turun,” katanya, Kamis (1/6) kemarin.

Warganya yang berjumlah 40 Kepala Keluarga (KK), sebagian besar rumahnya terendam banjir rob. “Yang kebanjiran ada dua wilayah, Bandengan dan Karangsari. Kalau total seluruh rumah yang terdampak rob ya ada ratusan,” tuturnya.

ROB MELUAS : Air rob mulai merendam Desa Purwosari, Kecamatan Sayung. Semula daerah ini masih aman, tapi kemarin sudah tergenang rob. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ROB MELUAS : Air rob mulai merendam Desa Purwosari, Kecamatan Sayung. Semula daerah ini masih aman, tapi kemarin sudah tergenang rob. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Diakuinya, sepanjang 2016 hingga Juni 2017 ini, rob kali ini yang paling parah. Selain ketinggian rob lebih parah dari sebelumnya, juga waktu surutnya makin lama. “Biasanya rob itu hanya 1-2 jam, setelah itu surut. Kalau sekarang hampir setengah hari baru surut,”  jelasnya.

Nurhayati, warga Bandengan lainnya terpaksa berbasah-basah untuk bisa tetap beraktivitas. Sebab, posisi rumahnya yang lebih rendah dari jalan membuat rumahnya terendam rob setinggi 50 sentimeter. “Terutama dapur belakang, sampai saya tidak bisa memasak,” ungkapnya prihatin.

Keluhan serupa dikatakan Sobirin yang rumahnya kemasukan air rob. Sehingga dirinya dan warga lainnya terganggu aktivitasnya. Malah sebagian besar warga yang berdagang, menutup tokonya karena tidak memungkinkan untuk berjualan. “Kalau rob naik, toko langsung tutup. Jika tidak, barang dagangan bisa rusak terkena rob,” paparnya.

Bahkan, arus lalulintas di jalan laut penghubung Desa Bandengan-Karangsari juga terganggu. “Anak-anak banyak yang mengeluhkan kakinya gatal, karena air rob yang mengalir bercampur dengan sampah dan kotoran lainnya,” tambahnya.

Ia berharap ada solusi dari pemerintah untuk bisa mengatasi rob. Terutama segera membangun talud di bantaran Sungai Kendal yang berbatasan langsung dengan rumah warga di dua kelurahan tersebut. Sehingga, air sungai yang terkena rob tidak langsung meluap.

“Banjir ini karena kondisi air laut yang sedang pasang. Sementara bangunan talud masih banyak yang rendah, sehingga sungai mudah meluap saat air laut pasang. Kalau ditinggikan taludnya, barang kali ada rob, tapi tidak separah seperti sekarang ini,” tambahnya. (bud/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -