33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Predikat KLA Lewati 24 Indikator

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

MAGELANG – Tim evaluasi Kota Layak Anak (KLA) pusat yang terdiri delapan orang datang ke Kota Magelang untuk melakukan verifikasi, penilaian dan peninjauan langsung terhadap program-program Pemkot Magelang terkait perlindungan anak.

“Kami ingin melihat langsung upaya-upaya yang telah dilakukan Pemkot untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan kondusif bagi anak-anak,” kata Asisten Deputi Pemenuhan Kesehatan KPPA, Hendar Jamal, di Pendopo Pengabdian, Rabu (31/5) lalu.

Ia menjelaskan, ada 24 indikator yang harus dipenuhi daerah, agar bisa menyandang predikat KLA. Indikator tersebut menyangkut terpenuhinya hak anak secara penuh dan utuh.

“Berjalannya indikator ini bisa ditunjukkan dengan adanya layanan akta gratis, peningkatan gizi anak, penurunan angka pernikahan dini,” tambah Hendra.

Lalu, KLA dinilai dari beberapa klaster. Di antaranya, klaster hak sipil dan kebebasan, klaster lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, klaster kesehatan dasar dan kesejahteraan, kemudian klaster pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya.

Ia juga menjelaskan, bahwa penilaian KLA, dilakukan di seluruh Indonesia. Lalu masuk tahap penyaringan. Kota Magelang, sebut dia, layak untuk mengikuti penilaian selanjutnya. “Yakni verifikasi lapangan.”

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menargetkan, di tahun 2017, 186 rukun warga (RW) se-Kota Magelang sudah menuju RW ramah anak. “Yang sudah dicanangkan 34 RW Menuju Ramah Anak, harapannya tahun ini semua RW yang ada sudah menuju Ramah Anak,” ujar Sigit.

Selain itu, Pemkot Magelang terus menggiatkan dan mendukung program-program yang menyangkut pemenuhan hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi dalam berbagai bidang.

Masih menurut Sigit, kebijakan untuk memberikan perlindungan hukum kepada anak juga telah dituangkan dalam Perda Kota Magelang Nomor 10 Tahun 2012 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, Perda Nomor 24 Tahun 2012 tentang Trafficking dan yang  terakhir dengan Perda Nomor 13 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. (put/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Wisnu Didukung 3 Parpol

SEMARANG – Partai Golkar sudah yakin bakal mengusung Wisnu Suhardono untuk maju sebagai bakal calon gubernur. Ketua DPD I Partai Golkar itu pun mengklaim...

Kecelakaan, Pemudik Diminta Kontak Si Slamet 119

BATANG-Para pemudik diimbau Menteri Kesehatan (Menkes) RI, dr Nila Djuwita F Moeloek, agar memanfaatkan sistem Si Slamet 119 yang ada di Batang, sebagai Sistem...

Ekspose Wisata dengan Jalan Sehat

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya. Salah satunya dengan menyelenggarakan jalan santai yang diikuti ribuan orang, di Alun-alun Kota...

Pembangunan Jembatan Kalikutho Molor

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Dua balok gelagar melintang atau cross girder Jembatan Plengkung Tol Kalikutho yang telah dipasang roboh dan jatuh sungai. Tidak ada korban jiwa, namun...

Penjualan Fokus ke Produk Premium

SEMARANG - Penjualan perangkat elektronik dan ponsel pintar (smartphone) menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018 tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun...

Nafas Panjang 90 Hari

Oleh: Dahlan Iskan G-20 kalah dengan G-2.Pertemuan 20 negara terbesar di dunia (ekonominya) itu tenggelam. Oleh 2 orang ini: Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden...