Pintar Mencari Peluang Bisnis

553
Ulya Rochmana. (DOKUMEN PRIBADI)
Ulya Rochmana. (DOKUMEN PRIBADI)

RANGKAIAN bunga masih menjadi pilihan untuk ucapan selamat maupun pemanis dalam berbagai acara. Hal ini ditangkap oleh Ulya Rochmana sebagai peluang bisnis yang cukup menggiurkan.

”Awalnya saya sering bikin buket bunga untuk teman-teman yang wisuda. Lama-kelamaan banyak yang pesan,” ujar pemilik ”2016 Fleuriste” ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sejak menekuni bidang ini mulai pertengahan 2016 lalu, jumlah pemesan pun terus bertambah. Tak lagi berkutat seputar buket untuk wisuda, tapi juga untuk berbagai momen lain. Mulai dari perayaan ulang tahun, hari jadi hingga buket untuk pemotretan pre wedding.

Begitu juga dengan tema-tema rangkaian maupun pengemasan yang makin inovatif. Mulai dari buket konvensional hingga rangkaian dalam boks maupun bentuk-bentuk lain yang bisa disesuaikan dengan permintaan.

”Buket untuk wedding baru-baru ini banyak yang minta tema rustic, tapi nuansanya juga disesuaikan dengan warna baju yang dikenakan. Misalnya, baju bernuansa pink, nanti di buket minta ada bunga yang pink juga,” kata alumnus Administrasi Publik Undip ini.

Menurutnya, sejauh ini tidak ada kesulitan berarti dalam mengembangkan hobi yang kemudian menjadi bisnis ini. Untuk material berupa bunga-bunga segar didapat dari supplier. Sedangkan untuk bunga impor sejauh ini masih belum digunakan. Tema, jumlah maupun jenis rangkaian bunga pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pemesan.

”Sebetulnya lebih banyak menyenangkannya. Soalnya, setiap hari selalu ada bunga cantik-cantik di rumah. Paling suka lagi kalau klien merasa puas dengan hasil karya saya,” ujar perempuan yang juga berprofesi sebagai party planner ini.

”Dua bidang yang saya tekuni ini, sama-sama berangkat dari hobi. Jadi, menjalankannya juga dengan senang hati. Sekarang selain florist dan party planner, saya juga mulai merambah ke event organizer,” ucapnya. (dna/aro/ce1)