HANTU PASANG AKSI : Karyawan Hotel Horison berpakaian unik dengan tema hantu saat bagi-bagi takjil gratis di Jalan Pemuda Kota Pekalongan, Selasa sore (30/5) kemarin. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
HANTU PASANG AKSI : Karyawan Hotel Horison berpakaian unik dengan tema hantu saat bagi-bagi takjil gratis di Jalan Pemuda Kota Pekalongan, Selasa sore (30/5) kemarin. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN – Ada pemandangan unik, pada Selasa sore (30/5) kemarin, di salah satu sudut Kota Pekalongan. Tepatnya di depan Masjid Syuhada Jalan Pemuda Kota Pekalongan. Belasan orang dengan dandanan seram, mirip hantu sedang bagi-bagi takjil gratis kepada pengendara kendaraan bermotor yang lewat.

Mereka sengaja didandani mirip berbagai karakter hantu khas Indonesia, seperti Pocong, Suster Ngesot, Mumy, Vampir ala China, Vampir ala Eropa sampai Setan Valak yang fenomenal. Namun ada sebagian yang dandan ala santri dan kiai, lengkap dengan atribut sarung dan kopiah. Bahkan, ada juga yang mengenakan jubah atau surban.

Belasan orang tersebut adalah karyawan dari Hotel Horison Pekalongan. Tak hanya bagi-bagi takjil, mereka juga membagikan selebaran promo serta poster promosi menarik di hotel mereka. Salah satu kalimat yang unik adalah, Cepetan Move On, Buruan Nikah di Hotel Horison.

“Ini salah satu kegiatan sosial kami dalam menyambut bulan Suci Ramadan. Dengan berbagi takjil dan hiburan gratis bagi warga yang melintas, khususnya yang menjalankan ibadah puasa,” ujar General Manager Hotel Horison Pekalongan, Arif Bahtiar yang memimpin langsung jajaran manajemennya.

Khusus hari tersebut, pihaknya mengaku sudah menyiapkan ratusan menu takjil yang dibagikan ke masyarakat menjelang waktu berbuka.

Terkait konsepnya, sengaja mengusung rombongan setan atau hantu sebagai simbol bahwa setan sedang dibelenggu selama bulan Ramadan. Para karyawannya sebelumnya, datang ke lokasi dengan jalan kaki, start dari halaman Hotel Horison Pekalongan di Jalan Gajahmada nomor 11 A depan stasiun Kereta Api dengan jarak kurang lebih 500 meter.

Dengan simbolis setan dan orang beribadah, pihaknya berharap semua orang bisa terus mengingat Allah SWT dengan beribadah yang baik sebagaimana yang disimbolkan oleh orang yang mengenakan pakaian untuk ibadah. “Ini baru kegiatan awal kami di bulan Ramadan. Ke depan akan rencanakan lagi untuk kegiatan amal lain di bulan ini,” tambahnya.
Bahtiar berharap, dengan adanya bagi-bagi takjil gratis, bisa sedikit membantu sesama yang membutuhkan. Walaupun tidak seberapa besar, namun bisa untuk bersantap buka puasa. (han/adv/ida)