Tol Batang Belum Siap Dilalui

1450
Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang CEK LANGSUNG - Bupati dan Wakil Bupati Batang Wihaji dan Suyono, saat mengecek salah stau jalur Tol Batang di Tulis. Puluhan Pejabat di lingkungan Pemkab Batang ikut turun ke lokasi dengan mengendarai motor.

BATANG – Jalur Tol Trans Jawa di sepanjang Kabupaten Batang hingga saat ini, masih belum siap untuk dilalui pemudik. Selain masih ada kendala beberapa jembatan belum tersambung, juga sebagian juga masih berupa jalan tanah belum di cor. Hal tersebut, diketahui saat rombongan Bupati dan wakil Bupati Batang Wihaji dan Suyono berserta pejabat setempat menyusuri jalur tol Batang, pada Kamis sore hingga malam (1/6).

“Kita atas nama pemerintah dan Forkominda mengecek jalur tol. Tadi masih banyak lokasi yang belum bisa dilalui jalur mobil. Namun tetap kita tunggu hingga beberapa hari kedepan, tentu harus hati-hati. Karena banyak jalan mengecil dan jembatan licin,” ujarnya, Kamis malam.

Nampak dalam rombongan Forkominda, turut serta Wakapolres Batang, Ketua DPRD, perwakilan Kejari dan Pengadilan, Danmdim dan beberapa pejabat penting lainnya. Dan hampir semua pejabat Pria di lingkungan Pemkab Batang ikut dalam rombongan motor bersama Bupati dan Wakil Bupati melewati rute sejauh kurang lebih 80 Kilometer.

Dari pantuan di awal masuk tol Kabupaten Batang di Desa Masin Warungasem hingga Tulis jalur sudah cukup lumayan, dan sebagian sudah terpasang rambu lalulintas. Tulis ke timur agak kurang karena masih banyak jalan tanah dan jembatan yang belum tersambung, Gringsing sudah oke sebagian.

Di jalur tol Jembatan kali Kupang, perbatasan Kabupaten Pekalongan dan Batang memakai jembatan sementara dengan lebar 8 meter. Jembatan yang sama di kali Pejambon, jembatan Sambong dan jembatan kali Boyo Tulis juga sama 8 meter.

Rest area candi areng sementara dalam tahap pembangunan. Di lokasi tersebut sudah terdapat pos terpadu serta MCK /Toilet. Underpas Pasekaran dalam tahap perataan dan pengecoran LC sementara. Kemudian di Rest area jalan tol ds.kuripan sementara masih dalam pengecoran lantai. Terakhir di Exit Gringsing masih dalam tahap pengurukan, serta perlu adanya rekayasa lalu lintas karena adanya arus jalan desa Gringsing yang memotong jalur tol.

Ditambahkan Bupati, terkait rest area di dua titik di Kabupaten Batang, Pemkab akan segera bekerjasama untuk mendirikan tenda istirahat. Pemkab juga sudah bekerjasama dengan Pertamina terkait pengadaan BBM.

“Untuk BBM, antisipasi kejadian di Brexit, kami sudah bekerja sama dengan Pertamina. Nantinya mereka akan menjual BBM menggunakan motor, dan itu resmi dari Pertamina,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Batang AKP Muhammad Adiel Aristo menambahkan, pihaknya juga melaksanakan survey jalan tol dalam rangka persiapan arus mudik tahun 2017. Dari pantuan Satlantas, untuk jalan tol memakai jalan cor sementara dengan tebal 10 cm. Dan memang semua area belum di cor, sehingga masih sebagian berupa jalan tanah.

“Jalur tol Batang memang sebagian belum di cor, yang harus diperhatikan di setiap jembatan ada penyempitan jalan. Karena di jembatyan sementara kecil dan licin,” jelasnya, Kamis sore. (1/6).

Juga ditambahakan, banyak jalur pertemuan jalan tol dan jalan desa yang memerlukan pengaturan lalu lintas. Seperti di Boxit Masin, Rest Area Candirejo,Boxit desa Tragung, Exit Kandeman, Desa.Juragan, Desa Karanggeneng, Boxit Kedungsegog, Desa Kuripan, Rest Area Tol di Desa Kuripan, Desa Mentosari.

“Sampai dengan saat ini jalur tol fungsional yang akan digunakan dalam jalur mudik tahun 2017 baru mencapai progres 60 %, dan perlu adanya penambahan rambu rambu serta penerangan jalan,” imbuhnya.(han)