WUJUD KEBINEKAAN: Sekda Jateng Sri Puryono bersama sejumlah tokoh lintas agama saat menghadiri Peringatan Hari Raya Waisak di Vihara Mahavira, Marina, Semarang, Selasa (30/5). (Jon Wahid/Jawa Pos Radar Semarang)
WUJUD KEBINEKAAN: Sekda Jateng Sri Puryono bersama sejumlah tokoh lintas agama saat menghadiri Peringatan Hari Raya Waisak di Vihara Mahavira, Marina, Semarang, Selasa (30/5). (Jon Wahid/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Ratusan umat Buddha di Jateng, Selasa (30/5) malam mengikuti Peringatan Hari Raya Waisak 2571 BE/2017 di Vihara Mahavira, Marina, Semarang. Kegiatan tersebut dihadiri tokoh lintas agama. Di antaranya mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz, Kardinal Mgr. Julius Darmaatmadja, Pdt Sediyoko dari Persekutuan Gereja-gereja Kristen Kota Semarang (PGKS), dan Bhante Cattamano.

Sekda Jateng Sri Puryono yang membuka acara tersebut mengatakan peringatan Waisak ini menunjukkan umat Buddha telah mengamalkan Pancasila sila pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. ”Dalam memperingati Waisak ini ada sikap toleransi sehingga menciptakan kebinekaan yang membuat umat menjadi satu,” ungkapnya. Selain itu sekda mengajak umat Buddha untuk tetap mengamalkan ajaran Sang Buddha dalam kehidupan sehari-hari sehingga hidup menjadi lebih baik lagi.

Ketua Vihara Mahavira, Suhu Prajnavira Mahastavira mengatakan hari Trisuci Waisak bagi umat Buddha selalu diperingati setiap tahun. Mereka dengan tulus menjalankan sila, duduk bermeditasi di depan altar Buddha dan mengikuti ritual-ritual Buddhis untuk memperkuat keyakinan terhadap Triratna (Buddha, Dharma, dan Sangha).

Lebih lanjut dia menegaskan, dengan semangat kelahiran Bodhisattva Sidharta yang lahir ke dunia dan menjadi Buddha, diharapkan hal suci tersebut sebagai teladan bagi umat untuk mengembangkan Bodhicitta yang hingga akhirnya semua makhluk selalu mendapatkan kebahagiaan di dalam ajaran Sang Buddha.

Dia berharap agar umat dapat lepas dari kebencian, permusuhan, dendam, keserakahan, dan kebodohan. Sebab hal-hal tersebut dapat merugikan diri sendiri dan orang-orang sekitar. (hid/ric/ce1)