Targetkan Kota Lama Bebas Kabel Melintang

Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang

484
Foto: Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang
Foto: Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang

”Tentang kabel-kabel yang dipindah ke dalam tanah sangat mendukung sekali. Saya setuju rencana PT Telkom untuk memindah jaringan kabel udara itu ke dalam tanah dengan peremajaan fiber optic.”

SEMARANG – Pemkot Semarang dan stakeholder saling berintegrasi untuk memindahkan kabel-kabel udara yang terkesan semrawut di Kawasan Kota Lama ke dalam tanah, yakni dengan jaringan fiber optik.

Rencana itu diterapkan karena pemandangan kabel-kabel udara yang menggantung di Kawasan Kota Lama dinilai mengganggu kenyamanan pemandangan. Terlebih Kota Lama sedang diupayakan untuk masuk sebagai World Heritage atau Situs warisan Budaya Dunia UNESCO.

”Tentang kabel-kabel yang dipindah ke dalam tanah sangat mendukung sekali. Saya setuju rencana PT Telkom untuk memindah jaringan kabel udara itu ke dalam tanah dengan peremajaan fiber optik,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Ia menilai kondisi kabel-kabel udara yang malang-melintang di Kota Semarang sudah selayaknya dilakukan penataan. Selain di Kota Lama, ia juga ingin kabel udara di kawasan segitiga emas turut ditata dan ditargetkan selesai akhir 2017.

”Tidak hanya di Kota Lama, penataan sudah selayaknya dilakukan meluas ke kawasan segitiga emas. Yakni Jalan Pemuda-Pandanaran-Gajah Mada. Tahun depan kabel-kabel tembaga udara di segitiga emas sudah harus hilang,” paparnya,

Untuk sementara ini ada tiga komponen yang berkaitan sedang berintegrasi, yakni Pemkot Semarang, PT PLN dan PT Telkom. ”Tinggal kita komunikasi dengan Telkom yang belum,” pungkasnya.

Di pihak PT Telkom, memang memiliki program kerja memigrasi pelanggannya dari penggunaan kabel tembaga ke jaringan fiber optik. Maka dari itu, program kerja ini mendapat dukungan pemkot sebagai penataan jaringan kabel udara.

”Pelanggan Telkom itu ada 200 ribu di Semarang. Sementara yang sudah migrasi menggunakan jaringan fiber optik baru 45 ribu. Plan kami memigrasi semuanya dari kawasan perumahan sampai di pusat-pusat kota,” kata GM PT Telkom Witel Semarang, Toni Agusman.

Khusus di Kawasan Kota Lama, menurutnya kabel-kabel milik PT Telkom akan dimasukkan ke dalam tanah dengan jaringan fiber optik dengan menunggu support dari pemkot terlebih dahulu untuk pengerjaannya.

Mengingat tidak bisa sembarangan untuk membuat galian-galian di kawasan penuh bangunan bersejarah yang sedang direvitalisasi tersebut. (mg30/ric/ce1)