SIMPLE: Komonitas perkusi tenor Big Family Drum menggelar aksi peringati Hari Lahir Pancasila di Tugu Pahlawan kawasan proliman Sukoharjo kemarin. (ISWARA BAGUS NOVIANTO/RADAR SOLO)

SUKOHARJO – Dengan menggelar kegiatan sederhana, anggota komunitas perkusi tenor (KPT) Big Family Drum Sukoharjo menyerukan agar generasi muda ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Mereka kemarin (31/5), memainkan alat musik drum mengiri lagu Bendera dan Garuda di Dadaku di Tugu Pahlawan kawasan proliman Sukoharjo. Aksi itu sekaligus memeringati Hari Lahir Pancasila. Bendera Merah Putih, foto Presiden Ir. Soekarno, dan atribut lainnya menambah semangat.

Peserta aksi Reza, 29, menuturkan, meskipun hanya menggebuk drum, tapi itu merupakan bentuk nyata mereka mengungkapkan rasa cinta tanah air. Dia ikut prihatin dengan kondisi bangsa yang belakangan diganggu dengan isu bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (Sara).

“Lewat aksi ini kami mengajak pemuda bergotong–royong membangun Indonesia agar lebih baik lagi. Semuanya harus cinta damai,” tegas Reza. Rampung bernyanyi, para remaja tersebut bersama-sama membaca lima sila Pancasila.

Koordinator aksi Bimo Kokor Wijanarko mengatakan, kegiatan itu sekaligus seruan untuk cinta dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Pemuda juga memiliki kecintaan pada Pancasila. Itu harus diwujudkan,” terang dia.

Kemajemukan, lanjut Bimo, merupakan rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Dia yakin setiap manusia memilik rasa saling mencintai sesama. (yan/wa/jpg/ton)