Mengapa Niat Puasa Bukan Pada Waktu Fajar?

1173

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak Kiai, seperti telah kita umum berlaku di masyarakat bahwa niat ibadah adalah bersamaan dengan waktu melaksanakan ibadah tersebut. Misalnya niat mengerjakan sholat, dilakukan bersamaan saat takbiratul ihram. Pertanyaan saya, mengapa niat puasa bukan pada saat menjelang fajar (imsak), kok selama ini sering dibaca pada saat ditengah sholat tarawih dan sholat witir pada waktu malam harinya? Terimakasih atas jawabannya.

Syamsul Hakim di Gunung Pati 085740554xxx

Wa’alaikumussalam Warahmatullah, Bapak Syamsul Hakim yang saya hormati, memang banyak hal yang perlu diperhatikan agar puasa Ramadhan kita benar-benar sah, salah satunya mengenai niat yang menjadi rukun puasa. Kriteria yang harus dipenuhi dalam puasa; pertama bermaksud mengerjakan puasa, yang masuk kategori qoshdul fi’li. Kedua menyatakan puasa apa yang akan dikerjakan, misalnya puasa Ramadhan, puasa kaffarah, puasa nadzar dan lain sebagainya. Hal ini masuk kategori at-ta’yin (penentuan jenis puasa) yang harus dilakukan.

Ketiga adalah hal yang menyempurnakan yakni menegaskan fardlu atau sunnahnya puasa yang akan dikerjakan. Kemudian, menegaskan bahwa puasa yang akan dikerjakannya itu semata-mata karena Allah SWT.

Para imam yang terkenal telah bersepakat atas kewajiban niat pada puasa Ramadhan. Puasa Ramadhan tidaklah sah kecuali dengan niat.  Menurut imam Maliki, Syafii dan Hanbali, niat itu harus diletakkan pada malam hari sebelum waktu fajar (waktu shalat subuh). Berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasaalam (yang artinya) : “Barang siapa yang tak berniat sebelum fajar untuk puasa, maka tak ada puasa baginya”. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Al-Bayhaqi) dan sabda (yang artinya) : “Barang siapa yang tak berniat puasa pada malam hari maka tak ada puasa baginya”. (HR. An Nasa’i, Al-Bayhaqi, Ibn Hazm). Dua hadits tersebut telah menegaskan bahwa tidak sah puasa seseorang dengan niat pada saat fajar terbit, apalagi sesudahnya.

Lain halnya puasa sunnah, waktu berniat tidak harus pada malam hari, tapi bisa dilakukan setelah terbit fajar sampai tergelincirnya matahari (waktu Dzuhur) dengan syarat ia belum makan atau minum sedikitpun sejak subuh. Bahkan ulama madzhab Hanbali, untuk puasa sunnah, membolehkan berniat setelah waktu Dzuhur.

Oleh karena pelafalan niat puasa Ramadhan yang biasa dilakukan bersama-sama pada saat ditengah sholat tarawih dan sholat witir adalah untuk menjaga-jaga agar tidak lupa niat dan saya kira ini merupakan langkah yang baik. Semoga bermanfaat dan barokah jawaban saya ini, Amin. (*/smu)