BERI PENJELASAN: Kapolres Magelang Kota, AKBP Hari Purnomo SH, S.IK sedang menjelaskan tindak pencurian dengan kedok terapi gratis oleh oknum sales perempuan, Yuni, 29, warga Jalan Magelang-Yogya KM 11 saat gelar perkara di Mako Polres, Rabu (31/5) kemarin. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)
BERI PENJELASAN: Kapolres Magelang Kota, AKBP Hari Purnomo SH, S.IK sedang menjelaskan tindak pencurian dengan kedok terapi gratis oleh oknum sales perempuan, Yuni, 29, warga Jalan Magelang-Yogya KM 11 saat gelar perkara di Mako Polres, Rabu (31/5) kemarin. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG—Yenny Purwasih alias Yuni, 29, perempuan yang tinggal di Jalan Magelang-Jogja Km 11 Desa Blabak, Mungkid, Kabupaten Magelang, akan merayakan Lebaran tahun ini di hotel prodeo. Penyebabnya, perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai sales alat kesehatan sekaligus terapis itu, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencurian. Modusnya, berpura-pura menjadi terapis gratis yang masuk ke rumah korban.

Kasusnya terjadi pada Jumat (19/5) lalu. Mulanya, Yuni berhasil memperdaya salah satu korbannya yang sudah berusia lanjut. Yuni masuk ke rumah dan menawarkan pijat gratis kepada nenek Titik Kartini, 66, di Kampung Paten Jurang, Rejowinangun Utara, Magelang Tengah.

“Awalnya, korban tertarik dengan tawaran pelaku. Pelaku langsung menggunakan alat-alat pijat, berpura-pura sedang melakukan terapi pijat. Pelaku lantas meminta korban melepaskan perhiasan yang dikenakan, agar proses pemijatan bisa sempurna,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo saat gelar perkara di Aula Mapolres Magelang Kota, Rabu (31/5) kemarin.

Hari menjelaskan, permintaan tersebut dituruti oleh korban. Untuk meyakinkan korban, pelaku memberi cipratan air mineral ke leher korban, dengan alasan mempercepat proses terapi. Namun, tak berselang lama, pelaku pura-pura keluar sebentar untuk mengambil alat pijat lainnya.

“Korban yang menunggu, baru sadar ternyata perempuan yang berpura-pura jadi terapis, telah membohongi dan membawa perhiasan yang ia kenakan sebelumnya,” beber Kapolres. Menurut laporan korban, ada 1 kalung emas 16 gram, liontin 4 gram, dan tiga buah cincin seberat 20 gram, dengan total kerugian hingga Rp 20 juta.

Korban langsung melapor ke Polres Magelang Kota. Anggota Polres bergerak cepat memburu pelaku. “Tersangka kami tangkap di kawasan Pasar Rejowinangun, Kota Magelang, Senin (22/5) lalu.” Bersama tersangka, polisi mengamankan uang tunai sebesar Rp 4,875 juta. “Diduga uang tersebut sisa hasil penjualan emas curian.”

Barang bukti lainnya yang diamankan berupa satu set alat pijat elektrik, lembar surat jual beli emas, dan baju terusan. Tersangka mengakui perbuatannya. Kasus di Kota Magelang, sudah kali kedua dilakukan tersangka.

Tersangka bakal dijerat pasal 362 KUHP tentang Pencurian. Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun penjara. Di hadapan polisi, tersangka mengaku terpaksa melakukan pencurian, karena butuh uang. Meski sudah bekerja, Yuni merasa belum bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. (cr3/isk)