33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Tawarkan Gamis Antimainstream

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

SEMARANG – Busana muslim makin diminati saat Ramadan dan menjelang Lebaran nanti. Desainer asal Semarang, Liza Supriyadi coba menghadirkan koleksi busana muslim antimainstream miliknya untuk mewarnai kancah fashion di Kota Atlas.

Desainer jebolan sekolah mode Susan Budihardjo ini sengaja tidak merancang busana muslim bergaya syari’ seperti yang sedang ngetren belakangan ini. Dia justru memilih gaya busana simpel yang lebih cocok digunakan bagi mereka yang ogah ribet soal dandanan hijab.

Salah satu koleksinya berupa busana terusan bernuansa kuning dengan rompi hitam bercorak kupu-kupu warna-warni. Busana muslim itu tampak elegan dan anggun dengan kombinas warna kontras.

Tak lupa, manset tinggi dan kerah model shanghai selalu disematkan sebagai ciri khas desain miliknya. Koleksi tersebut diberi mana ‘Multicolour Revolution’. “Untuk menyambut Ramadan dan Lebaran tahun ini, saya sudah menyiapkan lima desain baru,” ucapnya di sela soft opening Gallery Liza Supriyadi di Ruko Taman Niaga, Kompleks Bukir Semarang Baru (BSB), Mijen Semarang.

Liza menerangkan, bahan-bahan yang digunakan merupakan produk lokal. Seperti kain jaquard, kain satin, payet, dan lain sebagainya. Secara desain, sebenarnya tidak jauh beda dari model baju yang telah diluncurkan. Hanya saja, model baru ini tampak simpel. “Makanya desian baju muslim ini dengna model cutting minim. Namun tetap terlihat anggun,” tegasnya.

Mengenai harga, semua koleksi Liza dibanderol antara Rp 1,5 juta-Rp 10 juta. Dia sengaja menyediakan busana-busana ready to wear. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan, dia menerima pengubahan ukuran, sesuai permintaan kostumer. Untuk setiap model busana, dia sengaja membuatnya terbatas. Maksimal hanya 8 unit saja. “Meski laris manis, saya tetap tidak memassalkannya. Biar ekslusif saja,” imbuhnya.

Diakuinya, persaingan dan tantangan di dunia “fashion” kian ketat, apalagi dengan desainer-desainer yang ada di Jakarta, tetapi dirinya mengaku mantap tanpa harus ikut-ikutan tren. “Memang untuk cari bahan baju dan sebagainya, lebih mudah di Jakarta. Namun, saya nyaman di Semarang,” kata Liza yang Juli mendatang diundang perhelatan “Ngawi Batik Fashion Show” itu. (amh/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pertumbuhan Perbankan Jateng Menggembirakan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kinerja perbankan Jateng hingga mendekati akhir tahun lalu cukup menggembirakan. Bahkan, pertumbuhannya melebihi rata-rata pertumbuhan perbankan secara Nasional. Kepala Otoritas Jasa Keuangan...
00:05:29

Brigata Curva Sud Dinobatkan Sebagai Ultras Terbaik Asia

JawaPos.com - Sebuah daftar kelompok ultras terbaik di Asia belum lama ini dirilis media luar negeri, Copa90. Di peringkat pertama, terdapat Brigata Curva Sud...

Nilai UNBK 1.671 Siswa Belum Keluar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sekitar 1.671 siswa SMA/SMK di Jateng belum bisa mendapatkan nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara utuh, meski pengumuman resmi dilakukan...

Cairan Obat Nyamuk, Media Transfer Pembuatan PCB

PADA proses pembuatan perangkat elektronika diperlukan media PCB (printed circuit Board) sebagai tempat untuk memasang komponen – komponen elektronik. Media PCB di pasaran hanya...

Dua Pengurus RSIS Dibantarkan

SEMARANG - Dua pengurus Yayasan Wakaf Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) terpaksa dibantarkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jateng. Dua dokter kasus tuduhan dugaan...

Sudah Berhubungan Seks, Biasanya Sulit Lepaskan Diri

BANYAKNYA kasus kekerasan dalam pacaran, merupakan fenomena yang terjadi karena faktor individunya sendiri. Sedangkan wanita cenderung menjadi korban, karena disebabkan karena adanya sejumlah faktor....