Swalayan Menjual Bawang di Atas HET

689
MELINDUNGI KONSUMEN: Tim gabungan dari Pemkot Magelang memantau harga dan makanan kedaluwarsa di sejumlah toko modern, toko oleh-oleh, swalayan, dan pasar tradisional, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)
MELINDUNGI KONSUMEN: Tim gabungan dari Pemkot Magelang memantau harga dan makanan kedaluwarsa di sejumlah toko modern, toko oleh-oleh, swalayan, dan pasar tradisional, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG–Tim gabungan Pemkot Magelang menemukan salah satu toko swalayan di Kota Magelang menjual bawang putih impor dan bawang merah di atas harga eceran tertinggi (HET). Toko yang berada di Jalan Tidar itu langsung mendapat teguran dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang.

Dalam pantauan tim, harga bawang putih impor dijual Rp 66.990 per kilogram. Harga itu terpaut jauh dengan HET bawang putih sekitar Rp 38.000 per kilogram. Sementara bawang merah dibanderol harga Rp 4.999 per 100 gram, atau Rp 40.000 per kilogram, dibandingkan HET bawang merah hanya sekitar Rp 26.000 per kilogram.

“Jika terlampau jauh dari HET, bisa memberatkan konsumen,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Sri Rejeki Tentami Arsih, saat melakukan pantauan peredaran produk makanan, minuman, daging dan beragam jenis sembako di pasaran, kemarin.

Sri Rejeki menyayangkan manajemen toko tersebut. Padahal, ada Badan Urusan Logistik (Bulog) yang menyediakan bawang merah mapun bawang putih sesuai HET.

“Tentu kita akan berkoordinasi lagi. Kami bisa meminta toko tersebut untuk membeli dari Bulog dan menjualnya ke konsumen, dengan harga yang sewajarnya,” ungkap perempuan yang akrab disapa Temy itu.

Kepala Seksi Harga Dasar Bulog Sub-Divre Kedu, Bogi Wahyoko ikut serta dalam pantauan tersebut. Bogi menyayangkan harga bawang yang dijual terlalu tinggi. Di sisi lain, ia tak menyalahkan sepenuhnya pihak toko, karena sebatas penjual. Bogi menjelaskan, Bulog menyediakan harga bawang sesuai HET, baik untuk pembelian partai besar maupun kecil.

“Perlu ditelusuri sampai ke supplier dan importer yang diduga memiliki kendali terhadap harga tersebut,” ujar Bogi. Terkait temuan harga bawang di atas HET, pihak swalayan bersedia mengikuti arahan Pemkot.

Pantuan juga melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa), Satpol PP Kota Magelang, dan Polres Magelang Kota. Tim menyisir sejumlah toko modern, toko oleh-oleh, supermarket, dan pasar tradisional. Hasilnya, tim belum menemukan barang kedaluwarsa yang dijual. Kendati demikian, masyarakat diimbau tetap cermat sebelum membeli. (put/isk)