Razia Tempat Hiburan, Temukan Miras

1527
DIAMANKAN : Tim gabungan temukan minuman keras di luar batas aturan Perda Miras di Kabupaten Batang. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang )
DIAMANKAN : Tim gabungan temukan minuman keras di luar batas aturan Perda Miras di Kabupaten Batang. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang )

BATANG-Tim gabungan yang dipimpin oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Pemkab Batang, melakukan razia di tempat hiburan di Kabupaten Batang, Senin malam (29/5) kemarin. Anggota tim gabungan meliputi Kodim 0736/Batang, Polres Batang, BPMPT, Kesbangpol, Satpol PP dan Bagian Humas Pemkab Batang. Hasilnya, ditemukan peredaran minuman beralkohol dengan kadar tinggi.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Bambang Suprianto melalui Kabid Destinasi dan Pariwisata Rasmuji mengatakan bahwa kegiatan pemantauan tersebut merupakan kegiatan rutin selama Ramadan. Harapannya, untuk menciptakan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah puasa bagi umat muslim.

Karena itulah, pantauan tim gabungan dilakukan dengan menyisir tempat-tempat hiburan seperti panti pijat, kafe dan karaoke yang berada di Jalur Pantura Batang. Pasalnya, masih berlakunya larangan tempat hiburan beroperasi hingga H+3 Ramadan.

“Sesuai surat edaran yang kami terbitkan menyatakan bahwa tempat hiburan tutup H-3 sebelum puasa dan H+3 puasa. Dan diperbolehkan buka dengan jam buka mulai pukul 20.00 sampai pukul 24.00. Dan diperintahkan tutup kembali H-3 dan H+3 Lebaran,” kata Rasmuji.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Batang, Suresmi mengatakan dalam pantauan tersebut, pihaknya lebih menitikberatkan pada pemberian pembinaan kepada pengusaha tempat hiburan agar tetap patuh dan taat aturan yang telah disepakati bersama.

“Dalam pemantauan ini, kami lebih menekankan pembinaan pada pengusaha tempat hiburan, serta menyosialisasi Perda baru nomor 9 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Usaha Hiburan di Kabupaten Batang,” ungkap Suresmi.

Terkait dengan ditemukannya minuman beralkohol yang melebihi batas aturan yang ditetapkan Perda di salah satu tempat hiburan karaoke, tim gabungan langsung mengamankannya.

“Tadi tim gabungan menemukan minuman beralkohol dengan kandungan 60 persen yang disinyalir melebihi batas aturan Perda. Tim sudah menyerahkan ke pihak kepolisian Polres Batang untuk ditindaklanjuti,” lanjutnya.

Dari hasil pemantuan, tidak ditemukan tempat hiburan karaoke maupun panti pijat yang buka. Hal ini menunjukkan adanya itikad baik dari pengusaha atau pengelola tempat hiburan yang mengindahkan perda dan surat edaran. “Apabila ditemukan ada tempat hiburan yang buka, akan ditindak oleh Satpol PP Kabupaten Batang,” tandasnya. (han/ida)