Dapat Satu Sak, Petani Minta Tambah

621
CEK PUPUK: Bupati Bambang Sukarno mengecek pupuk tembakau sebelum dibagikan kepada petani di sebuah gudang tembakau di Desa Campursari Kecamatan Bulu, kemarin. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)
CEK PUPUK: Bupati Bambang Sukarno mengecek pupuk tembakau sebelum dibagikan kepada petani di sebuah gudang tembakau di Desa Campursari Kecamatan Bulu, kemarin. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)

TEMANGGUNG – Petani tembakau di wilayah Kecamatan Bulu, Ngadirejo, dan Wonoboyo menerima bantuan pupuk dari Pemkab Temanggung. Serah terima pupuk berupa 240 ton pupuk NPK, 56 ton pupuk jenis KNO3 dan 44 kultifator, disampaikan langsung oleh Bupati Bambang Sukarno kepada perwakilan kelompok tani. Tempatnya, di sebuah gedung tembakau milik Ketua APTI Jateng Wisnu Brata di Desa Campursari, Kecamatan Bulu.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Ir. C Masrik Amin Zuhdi mengatakan, penyerahan pupuk kepada para petani tergolong terlambat. Keterlambatan bukan unsur kesengajaan. Namun, karena ada kendala teknis. “Mohon maaf atas keterlambatan ini. Kami berusaha secepatnya dalam proses distribusi. Tidak lebih dari 5 sampai 6 hari ini semua pupuk harus sudah sampai di tangan para petani dan bisa langsung digunakan.”

Ketua Kelompok Tani Srintil Lestari, Desa Nglamuk Tlogomulyo, Subakir, menuturkan, bantuan pupuk dari pemerintah, sangat bermanfaat bagi para petani. Sebab, mampu meningkatkan kualitas tanaman, utamanya daun tembakau. Meski begitu, bantuan tersebut dirasa masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan petani. Selaku ketua kelompok tani dengan jumlah anggota 30 orang, ia hanya menerima bantuan pupuk NPK 1,6 kuintal. Sedangkan pupuk KNO3 hanya 375 kilogram. “Bantuan itu, jika kita bagi rata, per petani hanya mendapatkan satu sak atau 50 kilogram untuk pupuk NPK dan 10 kilogram untuk pupuk KNO3.”

Subakir menyampaikan, untuk memenuhi kebutuhan lahan satu hektare, setidaknya petani bisa mendapat minimal 5 sak untuk pupuk NPK dan 50-60 kilogram untuk KNO3. “Saya berharap tahun depan bisa ditambah,” kata pria yang juga Kepala Desa (Kades) Nglamuk Tlogomulyo itu. Bupati Bambang Sukarno menuturkan, pada 2017, alokasi anggaran dari APBD untuk pos bantuan pupuk kepada para petani hanya sebesar Rp 6 miliar. Tahun depan, pihaknya berjanji akan menambah alokasi serupa, menjadi Rp 15 miliar.

Peningkatan jumlah alokasi anggaran bukan tanpa alasan. Sebab, pada 2018 mendatang, Temanggung akan melakukan swasembada pangan dari sektor bawang putih. Yakni, dengan menanam di lahan seluas 1.000 hektare (ha) atau lebih serta cabe seluas 200 ha.

“Untuk catatan, pemberian bantuan pupuk untuk tahun depan jangan terlambat lagi, karena sangat berpengaruh terhadap kualitas tanaman tembakau petani,” pinta Bupati Bambang.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Herawati, menambahkan, Pemprov—dalam hal ini Gubernur Ganjar Pranowo—akan mendukung penuh pengembangan tembakau, khususnya di Temanggung. Bahkan, menurut Herawati, mayoritas anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dialokasikan ke Temanggung, dengan rincian 90 kelompok tani dari keseluruhan 150 kelompok yang ada atau mendekati angka 60 persen.

Herawati menyampaikan, pada 2017 ini, provinsi telah mengalokasikan bantuan berbagai jenis pupuk bagi 72 kelompok tani di Temanggung. Mulai pupuk NPK sebanyak 149 ton, KNO3 75,5 ton, pupuk organik 43 ton, ZA 6,25 ton melalui APBD dan APBN.

“Selain pupuk, kami juga memberikan bantuan berupa peralatan. Di antaranya, alat pengolah pupuk sebanyak 13 unit, traktor 25 unit, alat perajang 28 unit, alas perajang 70 unit, timbangan 42 unit, dan sarana angkut roda tiga sebanyak 14 unit,” bebernya. (san/isk)