Beri Ruang Animator Lokal

382
ANTUSIAS: Salah satu peserta lomba mewarnai Dinus Animation Competition (D’animatic) 2017 serius menyelesaikan gambar. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTUSIAS: Salah satu peserta lomba mewarnai Dinus Animation Competition (D’animatic) 2017 serius menyelesaikan gambar. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Puluhan karya animasi dari siswa tingkat SMA/SMK sederajat se-Indonesia, dipamerkan dalam ajang Dinus Animation Competition (D’animatic) 2017 yang diselenggarakan di Mal Ciputra, Selasa (30/5).

Panitia acara, Dedi Award Widya Laksana, mengatakan sebelumnya gelaran lomba tersebut dimulai sejak 1 Januari hingga 20 Mei 2017. Dari puluhan karya animasi yang dikirim kemudian disaring menjadi 20 karya terbaik dan 5 karya best of the best dengan kriteria tata suara terbaik, skenario terbaik, karakter terbaik, grafis dan lain sebagainya.

”Animonya sangat besar. Tercatat ada puluhan karya yang dipilih dan diambil 5 terbaik. Karya tersebut kemudian diputar dan ditonton secara masal di atrium Mal Ciputra,” katanya.

Ia menerangkan, kalangan animator di Kota Semarang saat ini memang bisa dibilang kalah dengan animator Jogjakarta dan Bandung. Menurut Dedi, tertinggalnya animator asal Semarang, diakibatkan minimnya wadah untuk memamerkan karya yang dibuat. ”Karena minimnya wadah, animator di Semarang tidak begitu berkembang. Jadi kami mencoba memberikan wadah, dengan menggandeng televisi kampus untuk memutar hasil karya animasi para siswa,” jelasnya.

Selain itu, untuk melatih karya generasi muda belajar di dunia animasi, juga diadakan lomba mewarnai dan menggambar untuk anak-anak tingkat SD dan TK guna menumbuhkan rasa cinta terhadap animasi. ”Kalau anak-anak ini suka, nanti diarahkan ke animasi akan lebih mudah,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas Universitas Dian Nusantoro (Udinus) Agus Tri, menambahkan lomba mewarnai tersebut diikuti oleh peserta kelas 1 hingga 3 SD se-Kota Semarang dengan jumlah peserta 32 siswa. Selain itu, ada juga lomba menggambar untuk kelas 4 hingga 6 SD, total peserta 25 anak.

”Kami harap dengan memupuk rasa cinta terhadap animasi sejak dini, akan membuat Indonesia memiliki banyak animator yang bisa membuat program tayangan animasi di masa depan,” timpalnya. (den/ric/ce1)