BANTUAN ALSINTAN : Wabup Joko Sutanto bersama Kepala Dinas Pertanian Ir Wibowo secara simbolis menyerahkan bantuan alat mesin pertanian kepada kelompok tani, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANTUAN ALSINTAN : Wabup Joko Sutanto bersama Kepala Dinas Pertanian Ir Wibowo secara simbolis menyerahkan bantuan alat mesin pertanian kepada kelompok tani, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Lahan seluas 90 hektare di Desa Loireng, Kecamatan Sayung yang selama ini terkena rob dan selalu banjir akan dihidupkan kembali. Lahan tersebut akan ditanami lagi dan difungsikan untuk areal pertanian.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Pemkab Demak, Ir Wibowo di sela penyerahan bantuan alat pertanian kepada para kelompok tani, kemarin. Menurutnya, untuk memastikan bahwa lahan tersebut dapat dimanfaatkan lagi, petugas dari Kementerian Pertanian akan meninjau ke lapangan. “Jadi, ada 90 hektare lahan di Desa Loireng yang selama ini tergenang air akan ditanami lagi,” katanya.

Wibowo mengatakan, pemanfaatan lahan ini dilakukan untuk menambah produksi padi. Ini seiring dengan keinginan pemerintah pusat yang menargetkan Indonesia dapat mandiri pangan dengan menitikberatkan masih pada produksi beras.

“Untuk wilayah Jateng sendiri perhari ini (kemarin, red) angka pencapaian produksi padi sudah 58,6 persen. Karena itu, agar produksi padi tetap melimpah, maka pemerintah ada upaya percepatan pencapaian. Salah satunya dengan menggelontorkan bantuan alat pertanian,” ujarnya.

Alat mesin pertanian (Alsintan) yang diserahkan ke kelompok tani tersebut ada yang difungsikan untuk mengolah lahan, tanam, dan sedot air. Selain itu, alat untuk menyemprot hama (handsprayer). Tercatat ada 50 unit mesin traktor roda dua, 6 unit transplanter, 30 pompa besar dan lainnya. Nilai bantuan mencapai miliaran rupiah.

Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan Dispertan, Sri Lestari menambahkan bahwa masing-masing kelompok tani yang terdaftar menerima bantuan satu unit sesuai kebutuhan. Mereka sebelumnya telah mengajukan proposal bantuan dan kemudian diproses untuk direalisasikan oleh Kementerian Pertanian. “Untuk kepentingan transparansi bantuan ini, kelompok tani penerima harus memenuhi persyaratan administratif,” jelasnya.

Wabup Joko Sutanto mengatakan, kelompok tani penerima alsintan harus dapat mempertanggungjawabkan alat tersebut. “Jangan sampai dipindahtangankan. Kalau hilang harus mengganti,” katanya. (hib/ida)